Kabut Asap Masih Selimuti Singapura, Indeks Kualitas Udara Tembus 170 Jelang F1
Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Singapura pada Jumat (9/10/2026). Kualitas udara di negara tersebut bertahan dalam kategori tidak sehat, dengan indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) di wilayah tengah mencapai 170 pada pukul 09.00 waktu setempat.
Mengutip laporan The Straits Times, angka tersebut menjadi pembacaan PSI tertinggi yang tercatat pada 2026, melampaui rekor sebelumnya sebesar 167 yang terukur di wilayah tengah Singapura pada 29 September 2026.
Pada waktu yang sama, PSI di wilayah utara tercatat 115, selatan 150, timur 143, dan barat 164. Dengan demikian, seluruh lima wilayah pemantauan Singapura berada dalam kategori kualitas udara tidak sehat.
Kondisi tersebut juga terlihat dari tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5. Pada pukul 09.00, pembacaan PM2.5 di wilayah selatan dan tengah masing-masing mencapai 137, disusul wilayah barat 126, timur 114, dan utara 84.
PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polutan ini menjadi perhatian khusus ketika kabut asap melanda suatu wilayah.Asap dari Sumatra dan Kalimantan Bergerak ke Singapura
Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) menyebut gumpalan asap dengan tingkat kepadatan sedang hingga tinggi terpantau bergerak dari Sumatra bagian selatan dan tengah serta Kalimantan Barat menuju Singapura.
Kondisi kering yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia tersebut turut meningkatkan risiko berlanjutnya kabut asap lintas batas. Dengan angin yang bertiup dari tenggara atau selatan, asap diperkirakan masih berpotensi bergerak menuju negara kota tersebut.
Kategori PSI tidak sehat berada pada rentang 101–200. Dalam kondisi ini, masyarakat yang sehat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat atau berkepanjangan di luar ruangan.
Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis, disarankan meminimalkan atau menghindari aktivitas luar ruangan yang berat sesuai panduan NEA.Kabut Asap Membayangi Gelaran Formula 1Kabut asap menyelimuti gedung-gedung di pusat kota Singapura. Kualitas udara tidak sehat menjadi perhatian jelang Formula 1 Grand Prix Singapura akhir pekan ini. Foto: Andry Susanto/Sindonews
Kondisi kabut asap menjadi perhatian menjelang gelaran Formula 1 Grand Prix Singapura yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.
Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyatakan bahwa kabut asap berpotensi memengaruhi kegiatan hiburan dan aktivitas luar ruangan selama rangkaian Grand Prix. Meski demikian, berdasarkan keterangan FIA balapan malam Formula 1 tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal.
Pihak berwenang Singapura terus memantau perkembangan kualitas udara.
Perwakilan dari Mercedes-AMG PETRONAS Formula One Team, menyatakan juga akan menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan pembalap serta personel yang terlibat dalam penyelenggaraan balapan.
Situasi kabut asap diperkirakan masih bergantung pada kondisi cuaca dan arah angin dalam beberapa hari mendatang. Hujan yang diperkirakan turun selama akhir pekan berpotensi membantu memperbaiki kondisi, meski pergerakan asap dari wilayah Indonesia tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Dengan kondisi tersebut, perkembangan kualitas udara akan menjadi salah satu perhatian utama Singapura menjelang salah satu agenda olahraga internasional terbesar di negara itu.






