Mengapa Bluebird Mati-matian Membenahi MyBluebird?

Mengapa Bluebird Mati-matian Membenahi MyBluebird?

Otomotif | sindonews | Senin, 5 Oktober 2026 - 14:11
share

Bluebird menaruh taruhan terbesarnya pada aplikasi. PT Blue Bird Tbk (BIRD) memperbarui MyBluebird menjadi apa yang disebutnya mobility assistant, Jumat (2/10/2026). Tiga fitur baru dirilis: Multi-Select, Airport Transfer, dan penyempurnaan Rent. Perseroan menyebut kontribusi MyBluebird kini lebih dari 40 persen dari total pemesanan.

Angka itu nyaris sama dengan tahun lalu. Sepanjang 2025, porsinya sekitar 40 persen. Artinya, sekitar 60 persen order masih datang dari luar aplikasi Bluebird sendiri: jalanan, pangkalan, lebih dari 1.300 titik eksklusif, hingga GoBluebird di Gojek dan GrabCar Plus di Grab.

Tekanan di Balik Pembaruan

Pada semester I-2026, pendapatan BIRD Rp2,97 triliun, naik 11,3 persen. EBITDA Rp714 miliar. Namun, laba bersih Rp323,8 miliar, turun sekitar 4,4 persen. Beban langsung naik 15,16 persen menjadi Rp2,05 triliun dari Rp1,78 triliun. Taksi masih menyumbang 69 persen pendapatan.

Pesaing Bertarif Lebih Murah

Green SM, taksi listrik asal Vietnam yang beroperasi sejak Desember 2024, disebut memasang tarif 30-40 persen lebih murah. Tarif buka pintunya Rp9.600, dibandingkan Rp10.000 untuk taksi listrik Bluebird dan Rp9.000 untuk taksi reguler. Gojek, mitra Bluebird sejak 2017, juga membuka layanan GoGreen SM.

Bagi Bluebird, aplikasi sendiri adalah cara mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga sekaligus menguasai data pelanggan. Studi UOB dan BCG (2024) mencatat 84 persen konsumen Indonesia memilih penawaran personal, 65 persen di antaranya ingin menerimanya lewat aplikasi.

Fitur Baru MyBluebird

Multi-Select: memilih lebih dari satu jenis taksi; armada terdekat yang menjemput.

Airport Transfer: armada Goldenbird di fitur Ride, tarif termasuk tol, bisa ditautkan dengan nomor penerbangan.

Rent: sewa Goldenbird per jam atau harian, dengan estimasi biaya.Pendukung: Delivery (Bluebird Kirim), Advance Booking, Fixed Price, Multi-Payment termasuk EZPay untuk taksi yang distop di jalan, dan Subscription.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono mengatakan, "Teknologi memberi kami cara baru untuk mengikuti bagaimana masyarakat bergerak, tetapi memahami kebutuhan mobilitas akan selalu menjadi titik awal kami. Dengan mendengarkan pelanggan, kami terus mengembangkan teknologi sebagai penghubung berbagai pilihan mobilitas."

"Pada akhirnya, tidak ada satu cara bergerak yang berlaku bagi semua orang," ujarnya.

Bluebird bukan pemula digital. Pada 2011, ia merilis Taxi Mobile Reservation di BlackBerry. Kini perseroan punya 19 anak usaha di 22 kota. Ujiannya sederhana: mampukah fitur baru mendorong porsi aplikasi jauh melewati 40 persen.

FAQ

Apa fitur baru MyBluebird?

Multi-Select, Airport Transfer, dan penyempurnaan Rent.

Berapa kontribusi MyBluebird?

Lebih dari 40 persen total pemesanan Bluebird.

Topik Menarik