Ferrari Luce Sempat Dicaci-maki, Sekarang Terjual Rp712 Miliar, 62 Kali Lipat Harga Asli
Dulu dihina. Sekarang jadi rebutan. Itulah nasib Ferrari Luce, mobil listrik pertama pabrikan kuda jingkrak. Unit pertamanya, disebut "Chassis 0", baru saja terjual Rp712 miliar dalam lelang RM Sotheby's di Monterey, Amerika Serikat, akhir pekan lalu. Angka itu setara USD40 juta.
Padahal taksiran awal cuma USD1,1 juta: Rp19,58 miliar. Hasil lelangnya 36 kali lipat dari perkiraan. Bahkan 62 kali lipat dari harga resmi Luce di daftar harga Ferrari sendiri.
Semua uangnya, tanpa potongan sepeser pun, disumbangkan ke Ferrari Foundation: lembaga amal Ferrari untuk program pendidikan. RM Sotheby's bahkan melepas komisi pembeli. Jadi angka Rp712 miliar itu murni harga palu plus donasi, jadi satu.
Sempat Jadi Bulan-bulanan
Padahal, Mei lalu, Luce diluncurkan di Roma dan langsung dihajar kritik. Saham Ferrari (RACE) ikut turun. Bekas bos Ferrari, Luca di Montezemolo, sampai bilang lambang kuda jingkrak itu tak pantas menempel di bodi mobil ini. Sebulan kemudian, direktur pemasaran Ferrari diganti.Tapi pasar bicara lain. Di China, Luce dilepas seharga USD586.600 (Rp10,44 miliar) dan 88 unit ludes seketika. Global, seluruh jatah produksi 2026 yang cuma sekitar 500 unit, habis terjual kurang dari dua bulan. Padahal belum satu pun mobil dikirim ke pembeli.
Spesifikasi Chassis 0Chassis 0 bukan Luce biasa. Nomor rangkanya ZFF21BUA8T0338000. Ini proyek Ferrari Tailor Made, jalur kustomisasi khusus Ferrari.Cat: "Madreperla Semi-Gloss", warna eksklusif yang bisa berubah dari hijau ke ungu tergantung sudut dan intensitas cahaya
Interior: kulit metalik Le Mans warna Perla
Aksen kabin: abu-abu Grigio Corvara: pertama kalinya warna ini menggantikan hitam di interior Luce
Pelek dan kaliper rem: dibuat khusus, tidak ada di katalog reguler
Logo kuda jingkrak dicetak di atas latar putih optikMobilnya sendiri belum jadi. Chassis 0 dikembalikan ke Maranello untuk perakitan akhir. Baru dikirim ke pembeli kuartal pertama 2027.
Rekor yang Terus Pecah Sendiri
Ferrari punya kebiasaan begini setiap tahun.Agustus tahun lalu, di lelang Monterey yang sama, satu unit Daytona SP3, dibangun di luar kuota produksi 599 unit, laku USD26 juta, sekitar Rp462,8 miliar, juga untuk Ferrari Foundation.
Saat itu disebut mobil baru termahal yang pernah dilelang. Setahun kemudian, rekor itu dilibas 54 persen oleh Luce.
Lebih jauh lagi, 2017, satu unit LaFerrari Aperta terjual USD10 juta, sekitar Rp178 miliar, di lelang amal Ferrari sendiri di Maranung untuk korban gempa bumi.
Sebagai pembanding skala: Ferrari 250 GTO tahun 1962 terjual USD48,4 juta atau sekitar Rp861,52 miliar di RM Sotheby's tahun 2018 : salah satu harga tertinggi yang pernah dibayar untuk mobil di lelang umum. Mobil listrik yang belum genap setahun diluncurkan dan belum satu pun dikirim ke pembeli, cuma selisih Rp149 miliar dari rekor legendaris itu.Bandingkan pula dengan harga jual normal Luce: sekitar USD640.000, Rp11,39 miliar. Dua mobil listrik produksi massal termahal di dunia saat ini,
Rimac Nevera dan Pininfarina Battista, dibanderol USD2,2-2,5 juta, atau Rp39,16-44,5 miliar. Chassis 0 tetap jauh di atas keduanya.
Kenapa Bisa Semahal Itu?
Faktor amal jelas berperan besar. Tapi ini juga soal psikologi kolektor Ferrari: mobil pertama dari sebuah era selalu diburu. Chassis 0 bukan sekadar Luce: dia penanda resmi Ferrari masuk zaman listrik.Satu komentator di forum otomotif menyebut ini taruhan jangka panjang: bahwa 25 tahun lagi, Chassis 0 akan dikenang sebagai batas antara era mesin bensin dan era listrik Ferrari. Taruhan mahal, tapi bukan tanpa alasan, mengingat Ferrari 250 GTO dulu juga cuma mobil produksi biasa sebelum jadi legenda lelang.

