Chevrolet Hentikan Penjualan di China, Ini Penyebabnya

Chevrolet Hentikan Penjualan di China, Ini Penyebabnya

Otomotif | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:24
share

Chevrolet akan menarik diri dari pasar China setelah 21 tahun, namun General Motors (GM) menegaskan bahwa operasi produksi merek tersebut di negara itu akan terus berlanjut untuk pasar ekspor di luar China.

Dalam pernyataan kepada *National Business Daily* pada 10 Agustus, GM China mengonfirmasi bahwa usaha patungan SAIC-GM akan terus memproduksi model-model Chevrolet di Tiongkok.

Menurut GM, jajaran produk Chevrolet saat ini lebih sesuai untuk memenuhi permintaan pasar internasional dibandingkan pasar domestik Tiongkok.

Strategi baru ini juga telah menunjukkan perkembangan positif, di mana ekspor Chevrolet dari Tiongkok mencapai 6.930 unit pada paruh pertama tahun 2026, meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Keputusan ini diambil seiring dengan semakin kuatnya kemitraan antara GM dan SAIC Motor; kedua perusahaan baru-baru ini menandatangani perjanjian strategis baru yang memperpanjang masa berlaku usaha patungan SAIC-GM selama 20 tahun hingga tahun 2047.

Selama periode tersebut, kedua perusahaan juga berencana meluncurkan setidaknya 30 model kendaraan energi baru (*New Energy Vehicle* atau NEV) pada tahun 2030, dengan fokus utama pada elektrifikasi merek Cadillac dan Buick.Menurut John Roth, *Executive Vice President* Global GM sekaligus Presiden GM China, kapabilitas SAIC-GM dalam bidang rekayasa, manufaktur, dan pengendalian mutu dapat dimanfaatkan untuk memperluas operasi ke pasar di luar Tiongkok.

Pasar sasaran mencakup Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, dan kawasan Asia-Pasifik.

Model-model yang diproduksi di Tiongkok juga dapat memanfaatkan jaringan penjualan dan layanan purnajual global GM.

Meskipun Chevrolet tidak lagi berfokus pada pasar domestik Tiongkok, para pemilik kendaraan saat ini tidak perlu khawatir mengenai dukungan purnajual.

GM menegaskan bahwa lebih dari 7,5 juta pemilik Chevrolet di Tiongkok akan tetap mendapatkan layanan purnajual, termasuk perawatan dan pasokan suku cadang, serta jaringan diler juga akan terus beroperasi.Chevrolet secara resmi memasuki pasar Tiongkok pada tahun 2005 dan sempat menikmati masa kejayaan di negara tersebut. Penjualan tahunan merek tersebut mencapai puncaknya di angka sekitar 767.000 unit pada tahun 2014, didorong oleh model-model populer seperti Cruze.

Namun, kinerja Chevrolet mulai menurun secara signifikan sekitar tahun 2018; faktor-faktor penyebab penurunan ini antara lain penggunaan mesin tiga silinder yang kurang diminati, meningkatnya persaingan dari produsen lokal Tiongkok, serta pesatnya pertumbuhan segmen kendaraan listrik dan NEV (*New Energy Vehicle*).

Menjelang tahun 2025, penjualan tahunan Chevrolet di Tiongkok telah merosot hingga di bawah 9.000 unit.

Seiring dengan perubahan strategi tersebut, Tiongkok tidak lagi dipandang sebagai pasar utama bagi Chevrolet, melainkan sebagai pusat produksi yang mendukung pasar ekspor global.

Pergeseran ini mencerminkan perubahan besar dalam strategi GM di tengah persaingan yang semakin sengit dari merek-merek lokal Tiongkok yang dihadapi oleh para produsen otomotif global

Topik Menarik