Belum Pulih dari Gempa Bumi, Toyota Kini Hadapi Ancaman Topan

Belum Pulih dari Gempa Bumi, Toyota Kini Hadapi Ancaman Topan

Otomotif | sindonews | Senin, 10 Agustus 2026 - 19:06
share

Toyota kembali menghadapi gangguan operasional di Jepang setelah perusahaan terpaksa menghentikan produksi di beberapa pabriknya akibat ancaman Topan Dolphin.

Penghentian ini terjadi hanya sehari setelah operasional dipulihkan pasca-gangguan akibat gempa bumi.

Gangguan tersebut berdampak pada 17 lini produksi di sembilan dari 14 pabrik perakitan Toyota di Jepang, yang mencakup kedua giliran kerja (shift). Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan menyusul terganggunya pengiriman komponen melalui jalur laut akibat topan tersebut.

Menurut laporan Reuters yang berjudul "Toyota Motor To Suspend 17 Lines In 9 Japan Factories On Friday Due To Approaching Typhoon" (Toyota Motor Akan Menghentikan 17 Lini di 9 Pabrik Jepang pada Hari Jumat Akibat Topan yang Mendekat), Toyota belum mengumumkan durasi pasti penghentian operasional maupun jumlah kendaraan yang diperkirakan akan terdampak.

Beberapa model utama terdampak

Penghentian operasional ini mencakup produksi sejumlah model utama Toyota, antara lain:

Toyota CorollaToyota Camry

Toyota Prius

Toyota RAV4

Toyota Crown Sport

Toyota Crown EstateToyota bZ7

Toyota C-HR EV

Toyota Land Cruiser 300

Toyota Land Cruiser 70

Meskipun produksi dihentikan sementara, Toyota tidak menyebutkan apakah gangguan ini akan memengaruhi jadwal pengiriman kendaraan kepada pelanggan di Jepang maupun pasar ekspor.Bencana kedua dalam waktu singkat

Gangguan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah Toyota melanjutkan kembali operasional di beberapa pabriknya pasca-gempa bumi kuat yang melanda wilayah Kyushu pada akhir Juli.

Gempa bumi tersebut memengaruhi operasional sejumlah pemasok dan jaringan logistik Toyota, sehingga menyebabkan produksi sempat dihentikan sementara sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.

Namun, ancaman Topan Dolphin memaksa perusahaan untuk mengambil langkah pencegahan dengan kembali menghentikan operasional.

Topan Dolphin berdampak pada transportasi dan logistikSelain memengaruhi operasional Toyota, Topan Dolphin juga menyebabkan gangguan besar di beberapa wilayah Jepang.

Pihak berwenang memerintahkan hampir 260.000 penduduk di prefektur Kagoshima dan Okinawa untuk mengungsi sebagai langkah pencegahan, sementara lebih dari 500 penerbangan dibatalkan akibat cuaca buruk.

Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa topan tersebut membawa angin dengan kecepatan hingga 144 km/jam dan embusan angin hingga 198 km/jam, serta berpotensi menyebabkan hujan lebat, banjir, dan gelombang tinggi.

Insiden ini semakin memperlihatkan bagaimana bencana alam dapat mengacaukan rantai pasok otomotif Jepang.

Meskipun tidak ada pabrik yang mengalami kerusakan akibat angin topan tersebut, gangguan pada pengiriman komponen memaksa Toyota untuk menghentikan sementara kegiatan operasional di beberapa pabrik perakitannya sebagai langkah pencegahan

Topik Menarik