Baterai Kendaraan Listrik Bisa Bertahan 20 Tahun, Asalkan?

Baterai Kendaraan Listrik Bisa Bertahan 20 Tahun, Asalkan?

Otomotif | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:49
share

Baterai Kendaraan Listrik Bisa Bertahan 20 Tahun, Asalkan?

Beijing - Daya tahan baterai telah lama menjadi salah satu hambatan terbesar yang mencegah banyak orang mengadopsi kendaraan listrik.

Namun, data baru menunjukkan bahwa baterai pada kendaraan listrik modern mungkin bertahan jauh lebih lama daripada yang diperkirakan secara umum, berkat peningkatan dalam kimia baterai, manajemen termal, dan sistem pendinginan.

Sebuah laporan yang dikutip oleh The Wall Street Journal menunjukkan bahwa baterai kendaraan listrik modern melampaui ekspektasi banyak pihak di industri otomotif. Meskipun kendaraan listrik umumnya memiliki biaya perawatan yang lebih rendah daripada mobil bertenaga bensin, baterai tetap menjadi perhatian utama bagi pelanggan yang mempertimbangkan untuk beralih ke jenis kendaraan ini.Salah satu kasus yang disebutkan adalah Tesla Model 3 milik Richard Symons yang berusia lima tahun, yang dimiliki oleh dealer kendaraan listrik bekas di Inggris. Mobil tersebut telah menempuh jarak lebih dari 247.000 mil (sekitar 397.000 km) tetapi masih dapat menempuh jarak 260 mil (sekitar 418 km) dengan sekali pengisian daya. Data pasar menunjukkan bahwa ini bukan kasus terisolasi.

Recurrent, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam analisis baterai kendaraan listrik, menyatakan bahwa kendaraan listrik dengan baterai berukuran rata-rata dapat mempertahankan hingga 97 dari jarak tempuh aslinya setelah 3 tahun dan hingga 95 setelah 5 tahun. Angka ini dapat membantu mengurangi kekhawatiran pembeli tentang degradasi baterai, terutama mengingat tingginya biaya penggantian baterai.

Peningkatan ini berasal dari fakta bahwa teknologi baterai telah maju secara signifikan sejak generasi pertama kendaraan listrik.

Model-model terbaru sering kali dilengkapi dengan sistem pendinginan baterai yang lebih efisien, yang membantu membatasi keausan dan memperpanjang umur sel baterai. Viet Nguyen Tien, seorang peneliti kendaraan listrik di London School of Economics , berpendapat bahwa kemajuan dalam kimia baterai, pengaturan termal, dan manajemen baterai telah memungkinkan kendaraan listrik modern mencapai umur pakai yang setara dengan kendaraan bermesin pembakaran internal.

Penelitian dari Universitas Birmingham dan London School of Economics juga menghasilkan hasil yang patut diperhatikan. Kendaraan listrik modern memiliki masa pakai rata-rata 18,4 tahun, lebih tinggi daripada kendaraan diesel yang memiliki masa pakai 16,8 tahun dan hanya sedikit lebih rendah daripada kendaraan bensin yang memiliki masa pakai 18,7 tahun.Industri otomotif juga terus mencari alternatif untuk baterai lithium-ion. Awal tahun ini, sebuah produsen kendaraan listrik Tiongkok memperkenalkan kendaraan listrik produksi massal pertama yang menggunakan baterai sodium-ion, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas teknologi kimia baterai guna mengatasi beberapa keterbatasan baterai lithium-ion saat ini.

Namun, biaya penggantian baterai di luar masa garansi tetap menjadi pertimbangan penting. Perkiraan berulang menunjukkan bahwa penggantian baterai kendaraan listrik secara mandiri dapat menelan biaya antara $5.000 dan $16.000, tergantung modelnya. Inilah mengapa banyak pelanggan tetap berhati-hati, sementara survei AutoPacific tahun 2025 juga menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang penggantian baterai adalah alasan sebagian orang menghindari kendaraan listrik.

Namun, tingkat penggantian baterai sebenarnya menurun tajam pada model kendaraan yang lebih baru. Studi Recurrent tahun 2025 menunjukkan bahwa hanya 0,3 kendaraan listrik yang diproduksi mulai tahun 2022 dan seterusnya yang membutuhkan penggantian baterai, dibandingkan dengan 2 pada kelompok model 2017-2021 dan 8,5 pada generasi pertama yang diproduksi antara tahun 2011 dan 2016.

Data ini menunjukkan bahwa baterai kendaraan listrik modern memiliki masa pakai yang jauh lebih lama daripada yang dikhawatirkan banyak konsumen. Seiring dengan terus meningkatnya teknologi, khususnya dalam pengendalian suhu dan manajemen baterai, umur pakai baterai yang panjang dapat menjadi faktor kunci dalam meyakinkan lebih banyak pelanggan untuk memilih kendaraan listrik di tahun-tahun mendatang

Topik Menarik