Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium

Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium

Otomotif | sindonews | Kamis, 11 Juni 2026 - 13:34
share

India menutup pintu bagi mobil China. Tapi teknologinya tetap masuk — lewat pintu belakang produsen lokal sendiri. India menutup pabrikan mobil China supaya tak masuk ke negara mereka. Tapi teknologinya tetap merembes masuk. Buktinya: Tata Motors. Produsen mobil listrik terbesar di India. Kini bersandar pada platform buatan Chery — raksasa otomotif China.

Platform itu dipakai untuk membangun mobil listrik merek premium Tata: Avinya. Dirakit lokal di India.

Ini bukan rencana awal. Semula Tata mau memakai arsitektur listrik milik Jaguar Land Rover (JLR), disebut EMA. Targetnya model Avinya meluncur 2025. Tapi rencana itu ambruk. Tahun lalu JLR membatalkan produksi mobil listrik berbasis EMA di India. Tata terpaksa menyetel ulang.

Maka Chery jadi jalan keluar.

Platform yang dipakai bernama Freelander. Diproduksi dalam usaha patungan antara Chery dan Jaguar Land Rover di China. Mobilnya akan dirakit di pabrik baru Tata di Tamil Nadu, India selatan.

Caranya menarik. Model Avinya pertama berbasis Chery dijadwalkan 2027. Dikirim dari China dalam bentuk kit. Lalu dirakit di India. Komponen lokal sedang disiapkan. Model kedua menyusul 2029. Masih ada ruang untuk dua kendaraan lagi.Tata memilih kata-kata hati-hati soal ini.

"Avinya dikembangkan sebagai merek premium global. Kolaborasi kami dengan JLR dan rekanan akan jadi hal yang sangat penting,” kata Tata dalam pernyataan resminya.

Chery menempatkan dirinya sebagai pemasok. Bukan pemilik saham.

"Chery hanya akan jadi pemasol untuk Tata Motors Passenger Vehicles. Setiap proyek beroperasi dengan perjanjian terpisah,” tambah Chery.Di situlah letak siasatnya.

India melarang mobil China masuk pasarnya — pasar mobil terbesar ketiga di dunia. Sejak 2020 New Delhi memperketat investasi dari negara tetangga, terutama China. Praktis membekukan keterlibatan besar China di industri otomotif.

Tapi larangan modal tidak sama dengan larangan teknologi. Produsen India mengimpor teknologi listrik China — sambil menghindari kemitraan saham yang dalam. Karena politiknya sensitif.Tata tidak sendiri. JSW Motor, milik taipan baja Sajjan Jindal, punya kesepakatan lisensi platform serupa dengan Chery.

Kenapa harus China?

Karena soal kecepatan. Perusahaan India sudah menambah belanja riset untuk teknologi dan mesin baru. Tapi seperti banyak pesaing global, mereka tidak mampu menyamai China: cepat, murah, dan unggul di teknologi listrik.

Kesepakatan Chery, kata sumber, hanya "pengaturan sementara". Tanpa produk baru, Tata berisiko kehilangan posisi puncaknya. Tata tetap berniat membangun platform sendiri suatu saat.

Datanya menjelaskan kenapa Tata terburu-buru.

Mobil listrik kini menyumbang 14 persen dari total penjualan Tata. Targetnya dilipatgandakan jadi 30 persen pada 2030. Tapi pesaing mengejar: Mahindra & Mahindra dan JSW MG Motor. Celah di lini produk listrik Tata mulai terlihat. Risiko kehilangan pangsa pasar nyata.

Sementara Chery terus melaju. Ini eksportir mobil terbesar China. Modelnya meniru Toyota dan Tesla. Strateginya: bikin pabrik patungan dengan perusahaan asing di pasar-pasar kunci — Eropa, Asia Tenggara, Amerika Latin.

Pola yang sama kini tiba di India.

Mobil China dilarang masuk lewat pintu depan. Tapi otaknya sudah ada di dalam — menggerakkan mobil premium buatan produsen lokal sendiri.

5 Fakta Penting

Tata memakai platform Freelander dari Chery untuk membangun mobil listrik merek premium Avinya, dirakit di pabrik baru Tata di Tamil Nadu, India selatan.Model Avinya pertama meluncur 2027, dikirim dari China dalam bentuk kit lalu dirakit di India. Model kedua menyusul 2029, dengan ruang untuk dua kendaraan tambahan.

Mobil listrik menyumbang 14 persen penjualan Tata, dengan target dilipatgandakan menjadi 30 persen pada 2030 — di tengah kejaran Mahindra & Mahindra dan JSW MG Motor.

Rencana awal pakai platform EMA milik JLR untuk model 2025 batal setelah JLR membatalkan produksi EV berbasis EMA di India tahun lalu, memaksa Tata menyetel ulang.

Chery adalah eksportir mobil terbesar China, bertindak sebagai pemasok (bukan pemegang saham) demi menyiasati larangan investasi China yang diberlakukan India sejak 2020.

FAQ

Apa isi kesepakatan Tata dengan Chery?

Tata Motors menggunakan platform Freelander buatan Chery — hasil usaha patungan Chery dengan Jaguar Land Rover di China — untuk membangun mobil listrik merek premium Avinya yang dirakit lokal di India. Chery berperan sebagai pemasok, bukan pemegang saham.

Kapan mobil listrik Avinya diluncurkan?

Model pertama dijadwalkan 2027, dikirim dari China sebagai kit dan dirakit di pabrik Tata di Tamil Nadu. Model kedua menyusul 2029, dengan kemungkinan dua kendaraan tambahan.

Kenapa Tata beralih ke teknologi China?

Rencana awal memakai platform EMA milik JLR untuk model 2025 batal setelah JLR membatalkan produksi EV berbasis EMA di India. Kesepakatan dengan Chery disebut "pengaturan sementara" untuk mengejar waktu yang hilang, karena produsen India sulit menyamai kecepatan, biaya, dan keunggulan teknologi EV China.

Apakah mobil China boleh masuk pasar India?

Pabrikan mobil China sebagian besar tertutup dari pasar India. Sejak 2020, New Delhi memperketat investasi dari negara tetangga, terutama China. Namun produsen lokal tetap mengimpor teknologi China sambil menghindari kemitraan saham yang dalam.

Siapa pesaing utama Tata di pasar EV India?

Mahindra & Mahindra dan JSW MG Motor sedang mengejar posisi Tata. JSW Motor, milik taipan Sajjan Jindal, bahkan punya kesepakatan lisensi platform serupa dengan Chery.

Topik Menarik