Jony Ive Bawa Roh iPhone ke Dalam Kabin Ferrari Luce
Pertanyaan besar soal seperti apa wujud "Apple Car" akhirnya sedikit terjawab. Jawabannya ternyata ada di Italia. Tepatnya di dalam kabin Ferrari Luce.
Ferrari Luce adalah mobil listrik murni pertama sang Kuda Jingkrak. Dulu sempat disebut dengan sandi Elettrica. Kini bernama Luce. Artinya: cahaya.
Yang merancang interiornya bukan orang sembarangan. Ia adalah Jony Ive. Mantan bos desain Apple. Pria di balik wujud minimalis iPhone. Ia kini memimpin biro desain LoveFrom bersama Marc Newson.
Biro desain LoveFrom ini berisi sekitar 60 orang karyawan perfeksionis. Sebelumnya, mereka pernah mendesain pemutar piringan hitam Linn Sondek LP12 seharga USD 60.000. Kalau dirupiahkan setara Rp1.068.000.000. Sangat mahal.
Kini, mereka membedah kabin Luce. Begitu melihatnya, aroma desain Apple di era iPhone 4 sangat terasa. Bentuknya didominasi lingkaran dan squircle (kotak membulat). Sangat simetris. Sempurna secara presisi.
Lihat saja anak kuncinya. Kunci itu punya panel kuning berlatar layar E Ink. Saat kunci dimasukkan ke konsol tengah bermagnet, warna kuning di kunci akan meredup. Cahayanya seolah "berpindah" dan menyala menembus tuas transmisi yang terbuat dari kaca. Jony Ive menyebutnya sebagai simbol "perpindahan kehidupan".Kabin Luce memang penuh kaca. Total ada sekitar 40 potong Corning Gorilla Glass. Mulai dari pelindung tuas transmisi hingga lensa cembung di panel instrumen. Sisanya berbahan aluminium. Anda bisa pilih tiga warna anodized: abu-abu, abu-abu gelap, atau rose gold. Mirip memilih warna gawai.Meski modern, Ive tidak latah. Ia menolak tren mobil listrik kekinian yang membuang semua tombol fisik. Ia mengembalikan sentuhan taktil ke kabin Ferrari.
“Kami harus mencari cara sebanyak mungkin untuk terhubung secara fisik dan mendalam dengan antarmuka," kata Ive.
Maka, tuas transmisinya berbunyi memuaskan saat digeser. Ventilasi AC berbunyi klik tegas saat dibuka. Paddle shift di balik setir juga terasa mantap saat ditekan.
Yang paling unik adalah pengatur wiper. Bentuknya kenop mungil di kanan atas setir. Di atasnya ada kaca pembesar kecil yang memperjelas pengaturan wiper. Kaca ini menutupi satu dari empat panel OLED khusus buatan Samsung. Kerapatannya 200 ppi. Sangat detail.Layar di konsol tengah berukuran 10,12 inci. Berjenis OLED. Tapi layarnya sengaja dilubangi. Untuk apa? Untuk memasang tombol sakelar fisik dan kenop volume yang terbuat dari kaca. Layar ini bahkan bisa diputar dan digeser memakai tuas besar di bawahnya.
Panel instrumen di balik setir (binnacle) juga tak kalah canggih. Dua layar OLED ditumpuk. Di tengah-tengah layar itu diselipkan jarum fisik sungguhan. Fungsinya sebagai takometer buatan untuk mobil listrik yang sebenarnya tak butuh takometer ini.
Jangankan dasbor, rel pengikat kursi ke lantai pun dibentuk dan diwarnai serasi dengan kabin.Ferrari ingin mengincar konsumen kaya baru yang tergila-gila pada teknologi. Jony Ive menghadirkan sesuatu yang sangat "klinis" dan rapi.
Jauh dari kesan liar dan mentah khas Ferrari klasik. Desain radikal ini levelnya sebanding dengan interior hypercar ultra-langka seperti Bugatti Tourbillon yang harganya tembus USD 4 juta (Rp 71,2 miliar).Tentu prosesnya tidak mudah. Ive bekerja rahasia selama lima tahun."Saya belum pernah bekerja di bidang yang aturannya begitu ketat. Beberapa regulasinya bagus demi keselamatan penumpang, tapi beberapa lainnya bikin gila," keluh Ive saat merancang interior mobil ini.
Bagi Ive, proyek ini lebih dari sekadar merancang interior. "Di akhir proyek, ada dua produk. Apa yang Anda buat, dan apa yang Anda pelajari," tuturnya. "Dan sejujurnya, kami belajar sangat banyak."



