SUV Boxy Lagi Naik Daun, Jetour T1 Mau Jadi Raja Baru Jalanan Kota

SUV Boxy Lagi Naik Daun, Jetour T1 Mau Jadi Raja Baru Jalanan Kota

Otomotif | sindonews | Senin, 1 Juni 2026 - 07:56
share

Orang Indonesia aneh. Mobil makin kotak. Malah makin laku. Padahal kebanyakan tidak masuk hutan. Tidak naik gunung. Tidak juga nyebrang sungai. Paling jauh: naik trotoar café.

Jetour Indonesia sadar itu. Maka setelah Jetour T2 diterima sangat baik di Indonesia, kini giliran adiknya disiapkan masuk: Jetour T1 i-DM.

Ini bukan T2 yang diperkecil. Ini mobil yang lebih berbahaya. Lebih murah. Lebih urban. Lebih relevan. Bahkan bisa jadi tulang punggung penjualan Jetour di Indonesia.

T2 memang sukses. Distribusi wholesales Januari-April 2026 mencapai 947 unit. Total pemesanan lebih dari 1.500 unit sejak pertama dijual.

Harga T2 juga tidak murah-murah amat. Saat ini dijual Rp588 juta on the road Jakarta. Nanti juga akan ada versi plug-in hybrid. Harganya diprediksi tembus Rp800 jutaan.

Artinya pasar Indonesia ternyata mulai berubah. Konsumen tidak lagi sekadar cari murah.

Mereka cari “rasa mahal”. Jetour membaca itu cepat. Maka T1 disiapkan menjadi versi yang lebih masuk akal untuk pasar Indonesia. Desainnya tetap kotak. Tetap gagah. Tetap seperti mobil petualang. Tapi lebih ringkas.

Lebih cocok untuk parkiran apartemen.Lebih cocok untuk jalanan SCBD.Lebih cocok untuk keluarga muda kota besar.Panjang T1 mencapai 4.705 mm.Lebarnya 1.967 mm.Tingginya 1.840 mm.Wheelbase 2.800 mm.Dimensinya masih besar.

Tapi tidak sebesar T2 yang panjangnya 4.785 mm dan lebar lebih dari 2 meter.

Justru itu kelebihan T1.

Masih gagah. Tapi tidak bikin capek dipakai harian. Tampilan T1 juga lebih modern.

Kalau T2 terasa seperti SUV off-road tradisional, T1 lebih seperti SUV lifestyle.

Ban serep belakang dihilangkan. Garis bodinya lebih bersih. Lebih futuristis.

Inilah desain yang kemungkinan besar akan sangat disukai pasar Indonesia.Karena orang Indonesia suka mobil yang terlihat mahal. Meski kadang isi garasinya cuma muat satu.

Jetour juga pintar membaca tren elektrifikasi. T1 akan membawa teknologi i-DM: Intelligent Dual Mode. Bahasa sederhananya: plug-in hybrid.

Mesin bensin digabung motor listrik. Jadi irit. Tapi tetap bertenaga. Tidak bikin panik soal charging. Ini penting.

Karena banyak orang Indonesia sebenarnya tertarik mobil listrik. Tapi takut antre charger. Takut baterai habis di tol. Takut harga baterai.

PHEV menjadi jalan tengah. Bisa listrik. Bisa bensin. Seperti punya powerbank besar di mobil. Secara global, T1 juga moncer. Penjualannya sudah lebih dari 169 ribu unit di berbagai negara hanya dalam waktu kurang dari dua tahun.

Mobil ini juga mendapat Red Dot Design Award 2024. Artinya desainnya memang serius. Bukan sekadar “mobil China murah”.

Jetour tampaknya sadar: pasar SUV kotak di Indonesia masih sangat besar. Tapi ada masalah.Tidak semua orang sanggup beli Land Cruiser.

Tidak semua orang mau beli Jimny yang sempit dan tidak nyaman.

Tidak semua orang butuh SUV off-road ekstrem.

Nah, T1 masuk di celah itu.Tampang mahal.Tampilan petualang.Fitur modern.Harga masih masuk akal.Soal harga memang belum diumumkan resmi.

Namun NJKB T1 sudah muncul di Samsat DKI Jakarta. Varian 4x2 tercatat Rp170 juta. Varian 4x4 Rp185 juta.

Itu memang bukan harga jual. Tapi biasanya bisa jadi petunjuk. Banyak pengamat memprediksi versi bensin akan bermain di Rp300 jutaan akhir sampai Rp400 jutaan.

Tapi melihat positioning T2, saya perkirakan T1 i-DM akan bermain di harga yang tak jauh berbeda dengan T2 bensin. Karena T1 bisa menjadi SUV boxy hybrid premium paling masuk akal di pasar Indonesia.Apalagi fitur-fiturnya cukup lengkap.Layar infotainment 15,6 inci.Chip Qualcomm Snapdragon 8155.Wireless charger.Panoramic sunroof.Ventilated seats.ADAS Level 2.10 airbag.360 camera.Mesin 1.5-liter turbocharged (1.5T) hybrid dan motor listrik kombinasi 335 HP dan 530 Nm. Baterai LFP 26,7 kWh. Jarak Pure EV: 117 km (WLTC), 150 km (CLTC). Total jarak kombinasi: 1.000-1.200 km. DC charging (30 to 80 dibawah 30 minutes) dan 4 jam slow AC charging. Angka yang bahkan lebih besar dari banyak SUV Jepang di kelasnya.

T1 memang tidak se-ekstrem T2 untuk off-road.

Ground clearance-nya 200 mm.

Water wading 600 mm. Masih cukup untuk jalan rusak Indonesia. Masih cukup untuk banjir Jakarta. Dan mungkin itu sudah lebih dari cukup.

Karena kenyataannya: mobil off-road paling sering dipakai untuk cari parkir mal. Jetour tampaknya paham: Indonesia bukan cuma pasar mobil. Tapi pasar gengsi.

Dan T1 punya modal besar untuk menang di situ.

Topik Menarik