Scania Menguji Teknologi Vehicle-to-Grid untuk Truk Listrik

Scania Menguji Teknologi Vehicle-to-Grid untuk Truk Listrik

Otomotif | sindonews | Jum'at, 29 Mei 2026 - 07:50
share

Scania telah berhasil mendemonstrasikan salah satu sistem vehicle-to-grid (V2G) pertama di dunia untuk kendaraan komersial berat listrik menggunakan teknologi Megawatt Charging System (MCS).

Melalui teknologi pengisian daya dua arah, truk listrik dapat mengirimkan energi yang tersimpan dalam baterai kembali ke jaringan listrik saat kendaraan diparkir. Pendekatan ini dipandang mampu membantu menstabilkan jaringan listrik, mengurangi tekanan pada konsumsi listrik puncak, dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Menurut Scania, penggunaan truk listrik skala besar, terutama di depot pengisian daya, dapat memberikan tekanan tinggi pada infrastruktur listrik lokal ketika banyak kendaraan diisi daya secara bersamaan.

Namun, pada saat yang sama, truk listrik sebenarnya memiliki kapasitas baterai yang besar yang seringkali tidak digunakan saat kendaraan tidak beroperasi.

Teknologi V2G memungkinkan kapasitas energi ini untuk digunakan kembali untuk manajemen energi dan menghasilkan sumber pendapatan tambahan bagi perusahaan yang mengoperasikannya.

Scania juga menjelaskan bahwa mengintegrasikan pengisian daya dua arah dalam operasi depo dapat membantu meningkatkan penggunaan energi terbarukan yang dihasilkan secara lokal, termasuk energi surya, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam koneksi jaringan dan konsumsi energi.Tobias Ejderhamn, Manajer Global untuk Transformasi & Bisnis Baru di Scania, mengatakan truk listrik berpotensi menjadi aset energi aktif dan bukan hanya konsumen listrik biasa.

Menurutnya, operator armada di masa depan mungkin dapat berpartisipasi dalam pasar fleksibilitas energi sambil melanjutkan operasi transportasi harian mereka.

Demonstrasi tersebut menggunakan standar Megawatt Charging System (MCS) baru, sistem pengisian daya ultra cepat yang dikembangkan khusus untuk truk listrik berat.

MCS diharapkan memainkan peran kunci dalam mempercepat adopsi truk listrik jarak jauh karena mampu menawarkan daya pengisian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sistem CCS yang ada.

TRATON juga terlibat dalam proyek ini, dengan fokus pada sistem pengisian daya cerdas dan komunikasi waktu nyata.Sistem yang dikembangkan memungkinkan komunikasi waktu nyata yang aman antara truk, pengisi daya, dan sistem manajemen energi. Hal ini memungkinkan proses pengisian dan pengosongan daya disesuaikan secara otomatis sesuai dengan jadwal operasi transportasi dan kondisi jaringan listrik saat ini.

Yorben Muller, Manajer Produk Pengisian Daya di TRATON, menggambarkan proyek ini sebagai salah satu demonstrasi awal teknologi V2G menggunakan MCS untuk kendaraan komersial berat.

Menurutnya, komunikasi waktu nyata antara truk, pengisi daya, dan sistem energi merupakan fondasi penting untuk menjadikan truk listrik berat sebagai aset energi yang dapat dikendalikan dalam jaringan listrik masa depan.

Selain membantu stabilitas jaringan listrik, teknologi ini juga diharapkan dapat mengurangi biaya energi operasional armada, meningkatkan efisiensi depot pengisian daya, dan membantu mengintegrasikan energi terbarukan.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa truk listrik masa depan tidak hanya berfungsi sebagai transportasi logistik, tetapi juga dapat memainkan peran penting dalam mendukung stabilitas jaringan listrik yang semakin bergantung pada energi hijau.

Topik Menarik