Mitsubishi Fuso Siap Penuhi Kebutuhan  Industri Cold Chain

Mitsubishi Fuso Siap Penuhi Kebutuhan Industri Cold Chain

Otomotif | sindonews | Jum'at, 10 April 2026 - 08:07
share

Bisnis cold chain di Indonesia dinilai memiliki prospek yang sangat besar seiring perubahan pola konsumsi masyarakat dan berkembangnya sektor logistik modern.

Hal tersebut mengemuka dalam sebuah talkshow yang menghadirkan Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan RI M Risal Wasal, Chief Innovation Officer PT Trimitra Trans Persada Tbk Gerry Ardian, dan Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Aji Jaya sebagai pembicara di booth Fuso GIICOMVEC 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan (Kemenhub), M. Risal Wasal, mengungkapkan potensi industri cold chain di Indonesia sangat besar, didukung oleh luasnya wilayah serta meningkatnya kebutuhan distribusi produk berkualitas.

"Dulu kita ragu mengirim makanan jarak jauh. Sekarang, dengan tren seperti frozen food dan cloud kitchen, kebutuhan rantai pendingin menjadi semakin krusial," ujar Risal dalam Fuso Talk Show bertema "Peluang dan Tantangan Industri Cold Chain di Indonesia" di booth Mitsubishi Fuso pada ajang GIICOMVEC 2026.

Menurutnya, potensi cold chain tidak hanya terbatas pada makanan olahan, namun juga mencakup sektor perikanan, pertanian, industri, hingga pariwisata. Dengan banyaknya kawasan ekonomi khusus (KEK), daerah 3T, serta sentra kelautan, sistem distribusi berpendingin menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas produk.

Pemerintah juga terus memperkuat dukungan melalui regulasi, standardisasi kendaraan, serta pengembangan sistem transportasi multimoda berbasis satu dokumen guna meningkatkan efisiensi logistik nasional.

"Dengan sistem multimoda, efisiensi biaya logistik bisa mencapai 35 persen," jelas Risal.

Sementara itu, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Aji Jay menegaskan kesiapan Mitsubishi Fuso dalam mendukung pertumbuhan industri cold chain di Indonesia. Ia mengatakan, pihaknya menyediakan berbagai varian kendaraan niaga, mulai dari truk ringan hingga berat, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan distribusi berpendingin di berbagai medan.

“Kami memahami bahwa bisnis logistik, khususnya cold chain, membutuhkan kendaraan yang andal dan fleksibel. Karena itu kami hadir dengan pilihan kendaraan yang lengkap serta dukungan layanan purna jual di lebih dari 225 titik di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Fuso juga mengedepankan konsep zero downtime melalui jaringan layanan yang luas dan mekanik terlatih, guna memastikan operasional pelanggan tetap berjalan tanpa hambatan. Selain itu, perusahaan tengah mengembangkan layanan one stop service khusus kendaraan cold chain, termasuk penanganan sistem pendingin di bengkel resmi.

Tak hanya itu, Fuso juga menghadirkan fitur digital untuk memantau kondisi kendaraan dan suhu muatan secara real time. “Monitoring suhu sangat penting karena perbedaan suhu sedikit saja bisa berdampak besar pada kualitas produk,” kata Aji.

Topik Menarik