Atap Terbuka, Harga Rp5,1 Miliar: Mengapa Ferrari Amalfi Spider 2026 Lebih Menggoda dari Pendahulunya?

Atap Terbuka, Harga Rp5,1 Miliar: Mengapa Ferrari Amalfi Spider 2026 Lebih Menggoda dari Pendahulunya?

Otomotif | sindonews | Jum'at, 13 Maret 2026 - 11:30
share

Membeli supercar kelas atas kini bukan lagi sekadar soal atap yang tertutup rapat demi mengejar aerodinamika maksimal di sirkuit. Tapi, lebih kepada kebebasan menikmati embusan angin dengan performa buas. Paradigma bertolak belakang inilah yang ditawarkan oleh Ferrari Amalfi Spider 2026, grand tourer (GT) beratap kain lipat yang hadir menggantikan posisi model Roma di lini produksi Maranello.

Langkah Ferrari mempercepat kehadiran versi Spider (atap terbuka) setelah meluncurkan versi Coupe (atap keras) pada musim panas lalu adalah hal logis. Konsumen modern di segmen ini menginginkan fleksibilitas: mobil yang sanggup diajak santai menyusuri pantai, namun tetap memiliki DNA balap yang kental untuk bersaing dengan Porsche 911 Turbo Cabriolet dan Aston Martin Vantage Roadster.

Logika di Balik Desain Atap dan Sasis

Struktur atapnya didesain khusus. Foto: Ferrari

Perbedaan paling fundamental antara Amalfi Spider dan model sebelumnya terletak pada struktur atap dan aerodinamikanya. Mengubah mobil atap keras menjadi atap terbuka biasanya mengorbankan kekakuan bodi. Sederhananya, tanpa atap, mobil bisa terasa "leyot" saat bermanuver tajam. Untuk mengakalinya, insinyur Ferrari memperkuat sasis bawah. Kompensasinya, bobot kering mobil bertambah sekitar 86 kg dibanding versi coupe, sehingga total beratnya kini menyentuh 1.556 kg.

Namun, bintang utamanya adalah atap kain mekanis berteknologi kinematik "Z-fold". Sistem ini dirancang untuk melipat dengan sangat ringkas hingga ketebalan di bawah 9 inci (220 mm) saja.

Hasilnya? Saat atap ditutup, ruang bagasi menampung 255 liter barang. Saat atap dibuka, Anda masih memiliki ruang 172 liter—cukup untuk koper liburan akhir pekan. Atap ini beroperasi penuh hanya dalam 13,5 detik dan dapat dibuka-tutup sambil berjalan hingga kecepatan 37 mph (60 km/jam).Untuk menjaga kenyamanan, atap lima lapis ini diklaim memiliki kedap suara setara atap logam. Ada pula deflektor angin terintegrasi yang otomatis naik dari sandaran kursi belakang hanya dengan sentuhan tombol, efektif menahan turbulensi angin hingga kecepatan 106 mph.

Secara visual, atap ini tersedia dalam enam warna dan dua jenis kain, termasuk warna teal bertekstur tiga dimensi bernama "Tecnico Ottanio". Ferrari juga memperkenalkan warna bodi merah senja "Rosso Tramonto", melengkapi warna hijau "Verde Costiera" yang rilis lebih dulu.

Pada bagian belakang, aerodinamika direvisi tajam dengan spoiler aktif yang sanggup menekan bodi mobil ke aspal (downforce) 110 kg lebih kuat dari model Roma atap terbuka sebelumnya.

Mesin Ganas dan Kembalinya Tombol Fisik

Tampilan interior yang memiliki banyak tombol fisik. Foto: Ferrari

Di balik kap mesin depan-tengahnya, bersemayam mesin V8 twin-turbo 3,9 liter dari keluarga F154 yang sarat penghargaan. Mesin ini menyemburkan daya 640 hp pada putaran 7.500 rpm (sumber lain mencatat efisiensi di angka 463 kW atau 631 hp) serta torsi puncak 561 lb.ft (760 Nm). Sistem turbochargernya unik: setiap unit turbo kini berputar secara independen hingga 171.000 rpm. Artinya, mesin tidak lagi mengalami "napas ngempos" (turbo lag); setiap injakan pedal gas langsung diterjemahkan menjadi tenaga instan.

Dikawinkan dengan transmisi kopling ganda F1 DCT 8-percepatan dan diferensial selip terbatas elektronik ke roda belakang (serta pelek forged 20 inci), mobil ini melesat dari 0-60 mph (0-100 km/jam) hanya dalam 3,3 detik. Kecepatan puncaknya menembus 199 mph atau 320 km/jam.Masuk ke dalam kabin, Ferrari menyajikan kokpit monolitik yang menggabungkan kisi AC dan kluster instrumen. Kabar gembira bagi pecinta berkendara murni: Ferrari membuang banyak kontrol sentuh dan mengembalikan tombol fisik di setir, tombol start aluminium anodized, serta selektor mode kemudi manettino (berisi mode Wet, Comfort, Sport, Race, dan ESC-Off). Sistem hiburan dan informasi dipecah menjadi tiga layar: panel instrumen digital 15,6 inci untuk pengemudi, layar tengah 10,25 inci, dan layar opsional 8,8 inci di sisi penumpang untuk memantau data G-force dan putaran mesin.

Harga yang Harus Dibayar

Dengan segala spesifikasi bengis namun elegan tersebut, berapakah harganya? Di pasar Amerika Serikat, versi Amalfi Coupe dijual seharga USD266.810 (Rp4.535.770.000). Untuk menebus versi Amalfi Spider ini, konsumen diperkirakan harus merogoh kocek lebih dalam hingga mendekati USD300.000 (Rp5.100.000.000). Sementara itu, di pasar Australia, mobil ini diestimasikan meluncur di angka USD410.000 atau sekitar Rp6.970.000.000, belum termasuk pajak dan biaya jalan raya setempat.

Topik Menarik