Jarak Tempuh 1.000 Km Bukan Alasan Lengah, Chery Sebar 22 Bengkel Siaga Mudik 2026
Mobil listrik dan hybrid kini bukan sekadar pajangan garasi atau sekadar kendaraan komuter jarak dekat. Saat musim mudik Lebaran tiba, ketahanan spesifikasi dan layanan purnajual sesungguhnya benar-benar diuji di atas aspal lintas provinsi.
Memasuki 2026, peta elektrifikasi otomotif Indonesia menunjukkan tren pendewasaan. Konsumen tidak lagi hanya meraba-raba soal mobil listrik murni (EV), melainkan mulai mencari titik tengah pragmatis untuk perjalanan jarak tempuh ekstrem yang mungkin masih minim infrastruktur pengisian daya. Logika pasar inilah yang ditangkap oleh PT Chery Sales Indonesia. Alih-alih sekadar mendorong angka penjualan, mereka memastikan ketenangan konsumen di jalan dengan menyiagakan 22 bengkel resmi selama periode mudik krusial, yakni 18 hingga 24 Maret 2026, lewat payung program Chery Family Care.
Fokus utama ekspansi layanan ini adalah sebaran geografis strategis yang membelah jalur utama mudik Nusantara.
Ke-22 bengkel siaga tersebut didistribusikan secara masif, meliputi wilayah Sumatera (Oriental SM Raja Amplas Medan, STA Padang, Oriental Pekanbaru, Wiltop Jambi, Majesty Batam, Persada Lampung), Jabodetabek dan Jawa Barat (Arta PIK 2 Jakarta Utara, Inovasi Soekarno Hatta, Arta Serpong, AEM Bogor, Trimegah Siliwangi, Gedong Jembar Cirebon), Jawa Tengah dan DIY (CMA Semarang, BMM Purwokerto, Sumber Baru Yogya, Pradipta Solo), Jawa Timur dan Bali (Mentari Cakra Surabaya, Manang Prapen Surabaya, BMM Malang, Dwipa Denpasar), hingga merambah Kalimantan dan Sulawesi (AEM Banjarmasin, Tridaya Makassar Tello).Selain posko fisik dan pusat panggilan darurat 24 jam di nomor 0800-179-7979, Chery juga merangsang konsumen untuk mempersiapkan kendaraan lebih awal. Digelar sejak 5 hingga 31 Maret 2026, terdapat program diskon hingga 30 persen untuk suku cadang tertentu dan potongan 10 persen untuk biaya jasa servis—termasuk layanan penggantian oli—yang berlaku menyuluruh untuk semua model.
Kesiapan jaringan teknis ini mutlak diperlukan mengingat lini produk Chery yang semakin kompleks. Mereka harus melayani kendaraan bermesin pembakaran dalam (ICE) seperti TIGGO 8 yang fokus pada stabilitas kabin keluarga, jajaran EV seperti Chery J6, J6T, dan E5 untuk efisiensi energi modern, hingga bintang utama pasar saat ini: Chery Super Hybrid (CSH).
Di sinilah letak pergeseran tren yang signifikan. Teknologi hibrida kini menjadi tulang punggung penjualan. Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, mengungkapkan bahwa model dengan teknologi hybrid saat ini menyumbang porsi yang masif, yakni sekitar 40 persen dari total penjualan Chery di Indonesia.“Minat masyarakat terhadap kendaraan hybrid terus meningkat karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh,” papar Budi.
Secara spesifikasi teknis, model seperti Chery C5 CSH hadir sebagai jawaban atas rentang jarak jauh tersebut, diklaim mampu menembus jarak tempuh kombinasi hingga lebih dari 1.000 kilometer dalam satu siklus energi penuh. Kendati demikian, untuk menjaga durabilitas sistem hibrida tetap optimal saat dipacu ribuan kilometer, pabrikan tetap mengeluarkan imbauan teknis: pengemudi disarankan tidak membiarkan indikator baterai maupun tangki bahan bakar minyak berada di kondisi terlalu rendah demi kelancaran perjalanan menuju kampung halaman.




