Bukan Merek Kemarin Sore! Ini Rahasia Teknologi Changan yang Sudah Eksis Sejak 160 Tahun Lalu
Changan, jenama yang mungkin terdengar asing sebagai pendatang baru bagi sebagian masyarakat Indonesia, ternyata merupakan salah satu produsen otomotif tertua dari China dengan sejarah industri lebih dari 160 tahun. Di balik statusnya sebagai merek yang baru memperkenalkan diri pada November 2025, Changan membawa bekal pengalaman produksi lebih dari 40 tahun dan catatan rekor produksi global yang menembus 30 juta unit kendaraan pada Desember 2025.
Kepercayaan diri Changan lahir dari investasi masif pada riset dan pengembangan (R&D) yang mencakup 10 lokasi di enam negara, termasuk Amerika Serikat, Italia, Jepang, dan Jerman. Strategi "Third Business Venture" yang mereka usung kini membuahkan hasil berupa penguasaan teknologi tingkat tinggi di sektor elektrifikasi (Green) dan kecerdasan buatan (Intelligent).
Logika manufaktur yang mereka terapkan sangat lugas: setiap unit yang lahir harus sanggup bertahan selama 10 tahun pemakaian atau menempuh jarak hingga 260.000 kilometer.“Changan membawa kekuatan riset global dan pengalaman industri lebih dari 160 tahun untuk memastikan setiap konsumen di Indonesia menerima teknologi terbaik yang terbukti di seluruh dunia,” tutur Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia. Upaya ini diperkuat dengan langkah strategis perakitan lokal secara completely knocked down (CKD) melalui fasilitas manufaktur Indomobil Group guna memastikan standar kualitas global dapat diakses melalui rantai pasok lokal yang efisien.
Kekuatan Changan bertumpu pada pilar teknologi SDA Intelligence atau Super Digital Architecture. Ini adalah platform kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicle) yang mengubah mobil menjadi pendamping pintar yang mampu melakukan pembaruan sistem secara kontinu dan memberikan pengalaman berkendara berbasis kecerdasan buatan (AI). Changan bahkan mencatatkan sejarah sebagai produsen otomotif China pertama yang memperoleh izin kemudi otonom Level 3 (L3).Di sisi elektrifikasi, Changan memperkenalkan sistem penggerak FORCE E-Drive 2.0 yang terintegrasi 7-in-1 dengan tingkat efisiensi mencapai 95 persen.
Penghargaan yang didapat Changan Deepal S07. Foto: Sindonews/Danang ArradianTeknologi ini bersanding dengan inovasi baterai Golden Shield yang diklaim memiliki tingkat keamanan tinggi dan sanggup menempuh jarak hingga 600.000 km tanpa penurunan kapasitas yang signifikan. Selain baterai murni, mereka juga mengembangkan mesin BlueCore 3.0 yang menggabungkan teknologi hibrida dan sel bahan bakar hidrogen.Pencapaian Changan di Indonesia tidak hanya tecermin pada lini kendaraan seperti Deepal S07 yang dibekali 19 fitur keselamatan aktif (ADAS).
Booth Changan Mobile di IIMS 2026. Foto: Sindonews/Danang ArradianLebih dari itu, Changan menargetkan ekspansi jaringan hingga 20 diler resmi pada akhir tahun 2026 untuk menjamin layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang.
Dengan ambisi masuk dalam jajaran 10 besar merek otomotif global pada tahun 2030, Changan kini tengah mempertaruhkan reputasi 160 tahunnya di aspal Nusantara. Melalui kemitraan dengan Indomobil, mereka tidak sekadar menjual unit, melainkan mencoba membangun kepercayaan bahwa teknologi masa depan kini bisa dimiliki dengan kepastian durabilitas yang teruji di 200 laboratorium teknologi tingkat tinggi di dunia.


