Tank 500 Diesel: Ketika SUV Peminum Solar Naik Kelas ke First Class
Di tengah gempuran mobil listrik yang mendominasi panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Inchcape GWM Indonesia justru menyodorkan antitesis: SUV bongsor peminum solar. Peluncuran GWM Tank 500 Diesel pada 5 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran menjadi pernyataan tegas bahwa mesin diesel belum tamat, bahkan kini bersalin rupa dalam balutan kemewahan yang disebut produsennya sebagai pengalaman "Drive First Class, Everywhere".
Langkah GWM ini didasari oleh logika pasar yang kuat. Berdasarkan data 2025, Inchcape GWM Indonesia mencatat lonjakan retail sales sebesar 115 persen secara tahunan (YoY). Menariknya, varian diesel seperti Tank 300 4x4 menyumbang porsi signifikan sebesar 22 persen.
Artinya, ada segmen konsumen Indonesia yang masih memuja torsi besar dan kepraktisan mesin diesel untuk perjalanan jarak jauh, namun tidak ingin kehilangan gengsi kendaraan premium.
“SUV Tank 500 Diesel kami posisikan sebagai SUV mewah yang benar-benar relevan untuk kehidupan sehari-hari—nyaman di kota dan efisien di perjalanan jarak jauh,” ujar Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia.
Jika dibedah, setidaknya ada 10 keunggulan yang menjadi senjata utama Tank 500 Diesel. Apa saja?
1. Mesin 2.400 cc Turbo Diesel
Jantung mekanisnya mengandalkan mesin 2.400 cc Turbo Diesel yang sanggup mengail tenaga maksimal 135 kW.2. Torsi Ngeri!
Torsi puncak Tank 500 diesel mencapai 480 Nm yang sudah terasa sejak putaran rendah 1.500 hingga 2.500 rpm.3. Transmisi 9 Percepatan
Kekuatan ini disalurkan melalui transmisi otomatis 9 percepatan (9AT) buatan internal GWM yang menjanjikan perpindahan gigi halus.4. Diesel, tapi Tetap Irit
Aspek efisiensi menjadi keunggulan. Meski berbodi masif, konsumsi bahan bakarnya diklaim GWM mencapai 7,5 liter per 100 km atau setara dengan 13,33 km per liter. GWM Tank 500 secara dimensi lebih besar dan lebih berat daripada Fortuner maupun Pajero Sport yang konsumsi rata-rata BBMnya di 12,5 km/liter-13.5 km per liter untuk rute kombinasi.Secara logika, mencapai 13,33 km/liter adalah prestasi besar untuk mobil seukurannya.
5. Kabin Senyap
GWM berhasil menekan kebisingan mesin hingga level idle kurang dari atau sama dengan 68 dB, menjadikan kabin tetap senyap dari deru khas mesin diesel.Ini jauh lebih baik dibandingkan Mitsubishi Pajero atau Toyota Fortuner yang kebisingannya mencapai 75-80 dB. Sebagai perbandingan, SUV bensin menengah, memiliki tingkat kebisingan 45 – 55 dB.
Artinya, 68 dBtermasuk angka yang sangat kompetitif untuk mesin diesel yang secara alami lebih berisik dibanding mesin bensin.
6. Kursi Pijat
Masuk ke interior, kemewahan menjadi nilai plus lewat penggunaan material Nappa Leather serta fitur pemijat (Massage Function) dan ventilated seats.7. Audio 12 Speaker
Pengalaman ini didukung oleh sistem audio imersif dengan 12 high-performance speakers.8. Kabin Lega dan Panoramic Sunroof
Akomodasi kabin yang lapang berkat wheelbase 2.850 mm yang menyediakan tujuh kursi fleksibel serta kehadiran panoramic sunroof.9. ADAS Level 2
Fitur kecerdasan buatan melalui L2 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) jadi nilai tambah yang sangat menarik. Paket ini mencakup Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Departure Warning (LDW), hingga 540° Surround View Camera.10. Konektivitas MyGWM
Konektivitas MyGWM memungkinkan pemilik mengatur AC, menyalakan mesin, hingga mengontrol sunroof hanya melalui ponsel pintar.Dari sisi visual, varian diesel ini melakukan penyegaran dengan memindahkan ban cadangan ke bawah bodi, memberikan kesan belakang yang lebih bersih dan elegan. GWM menawarkan SUV ini dalam dua pilihan harga yang bersaing di kelas premium:
Varian 4x2 dibanderol Rp799.000.000Varian 4x4 sebagai kasta tertinggi dilepas dengan harga Rp889.000.000 (OTR Jakarta).
Pilihan warna seperti Hamilton White, Sun Black, Ayers Gray, dan C0C Gray melengkapi opsi bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara ketangguhan mesin diesel dan kenyamanan kabin kelas atas.
Di IIMS 2026, Tank 500 Diesel bukan sekadar produk baru, melainkan bukti bahwa teknologi internal combustion engine (ICE) masih punya taji jika dikemas dengan inovasi yang tepat.



