Mesin Makin Canggih, Kebutuhan Kunci Pas Justru Makin Krusial
Di tengah hiruk-pikuk peluncuran mobil-mobil baru dan motor listrik di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, ada satu elemen statis yang menolak untuk punah: perkakas baja manual. Di Grand Hall nomor CT 19 JIExpo Kemayoran, Tekiro Tools berdiri sebagai pengingat bahwa secanggih apa pun perangkat lunak sebuah kendaraan, keberlanjutannya tetap bergantung pada kekokohan baut dan mur yang terpasang.
Di saat industri otomotif berteriak tentang elektrifikasi dan efisiensi, Tekiro justru mempertegas posisi hand tools sebagai "benteng terakhir" dalam perawatan kendaraan. "Kami ingin memastikan bahwa baik mekanik profesional maupun penghobi otomotif di rumah bisa memiliki perkakas presisi, aman, dan berstandar internasional untuk menangani kendaraan generasi terbaru," ujar Oscar Sutjiadi, Presiden Direktur PT Altama Surya Anugerah.
Mobil listrik (EV), misalnya, memiliki komponen yang jauh lebih rapat dan sensitif. Kesalahan sedikit saja pada torsi pengencangan bisa berakibat fatal pada sistem baterai atau modul elektronik. Di sinilah Tekiro mencoba menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan rangkaian inovasi yang melampaui sekadar "kunci inggris" biasa.Secara bisnis, strategi PT Altama Surya Anugerah di IIMS 2026 tampak cukup agresif. Perusahaan tidak hanya mengincar para pemilik bengkel besar, tetapi juga membidik pasar ritel melalui fenomena home mechanic. Upaya perluasan pangsa pasar ini didukung oleh komitmen Antonius, Presiden Komisaris PT Altama Surya Anugerah, yang memastikan rantai distribusi produk akan diperluas hingga ke pelosok negeri guna menjaga produktivitas nasional.
Meski industri otomotif sedang bertransformasi, permintaan akan alat kerja yang mumpuni tetap stabil, bahkan meningkat di sektor layanan purna jual (aftersales). Hal ini dikarenakan biaya investasi untuk alat kerja yang berkualitas jauh lebih rendah dibanding potensi kerugian akibat kerusakan komponen kendaraan akibat penggunaan alat yang tidak standar.Keberadaan Tekiro di IIMS 2026 menjadi simbol bahwa di balik layar-layar sentuh dasbor kendaraan masa kini, masih ada baja yang harus diputar dan baut yang harus dikencangkan. Ini adalah tentang bagaimana teknologi digital bersanding dengan kekuatan fisik yang presisi.

