Mengintip Proses Pembuatan Mobil Listrik Hyundai dari Bikin Baterai hingga Jadi Kendaraan
JAKARTA, iNews.id - Hyundai menjadi produsen pertama yang meluncurkan mobil listrik rakitan dalam negeri, yaitu Ioniq 5. Produsen asal Korea Selatan itu terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, dengan membangun fasilitas pabrik dari hulu hingga ke hilir.
Redaksi iNews.id mendapat kesempatan melihat langsung proses produksi mobil listrik Hyundai mulai dari material mentah pembuatan baterai, hingga jadi kendaraan utuh. Ada tiga pabrik yang dikunjungi, yakni HLI Green Power, Hyundai Energy Indonesia, dan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).
“Hyundai telah dikenal dengan lini EV yang menawarkan kualitas premium, teknologi tinggi, dan performa mumpuni. Ini tak lepas dari komitmen kami dalam menjamin kegiatan produksi yang presisi dan inovatif,” ujar President Director PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Bong Kyu Lee.
Kunjungan pertama ke fasilitas HLI Green Power yang memproduksi baterai kendaraan listrik untuk digunakan pada Hyundai Kona Electric di Indonesia. Pabrik ini membuat baterai lithium ion dengan bahan baku utama NMCA (nikel, mangan, kobalt, aluminium).
Pabrik ini bisa memproduksi 120.000 sel dalam satu hari dengan kapasitas maksimal produksi 32.640.000 sel per tahun. Bukan hanya untuk keperluan domestik, baterai hasil buatan HLI Green Power juga diekspor dengan kuota 98 persen dari hasil produksi ke India dan Korea Selatan.
Kemudian berkunjung ke fasilitas Hyundai Energy Indonesia (HEI), bertugas merakit baterai hasil produksi HLI yang siap digunakan pada Kona Electric. Terdapat dua proses di fasilitas ini, yakni Battery Modul Assembly (BMA) untuk memproses sel baterai ke modul, dan Battery System Assembly (BSA) yang siap dipasang ke paket baterai.
Seluruh proses ini memakan waktu sekitar 30 menit, dari lempengan sel baterai hingga menjadi satu paket sistem baterai untuk dipasangkan ke mobil listrik. Proses ini membuat produksi mobil listrik menjadi lebih cepat dan efisien.
Terakhir, berkunjung ke HMMI di mana ada lima model mobil Hyundai yang dirakit di sana, yakni Stargazer, Creta, Kona Electric, Ioniq 5, dan Santa Fe. Seluruh kegiatan operasional pabrik telah berstandar internasional, termasuk di area produksi utama, mulai dari press shop, body shop, paint shop, engine shop, hingga assembly shop.
Di HMMI, saat ini hanya ada satu jalur produksi yang digunakan untuk merakit kendaraan konvensional (ICE) maupun kendaraan listrik. Tapi, ada satu spot khusus untuk memasang baterai kendaraan listrik yang juga akan dilewati oleh kendaraan konvensional.
HMMI juga memiliki proving ground untuk menguji ketahanan kendaraan yang telah selesai produksi. Pada tahap ini, seluruh komponen mobil akan dites pada berbagai rintangan yang telah disesuaikan dengan kondisi jalan dan cuaca di Indonesia.




