Ilmuwan Beberkan Sejumlah Bahaya dari Satelit Starlink Milik Elon Musk, Apa Saja?

Ilmuwan Beberkan Sejumlah Bahaya dari Satelit Starlink Milik Elon Musk, Apa Saja?

Otomotif | BuddyKu | Jum'at, 29 September 2023 - 14:22
share

FALMOUTH - Para ilmuwan telah menyatakan kewaspadaan mereka akan risiko yang tidak terduga dari satelit-satelit Starlink pada langit di malam hari. Hal ini menanggapi video yang menunjukkan konstelasi satelit Starlink milik Elon Musk . Pada bulan Agustus lalu, ada sekitar 9.000 bintang yang dapat dilihat oleh mata manusia di Bumi, dan sekitar 5.000 satelit Starlink.

Dalam sebuah video, terlihat titik-titik satelit Starlink yang berwarna oranye. Kondisi ini terlihat menyedihkan. Karena menurut para ilmuwan, dalam beberapa tahun jumlah satelit milik Elon Musk dapat melebihi jumlah bintang-bintang itu sendiri.

Penelitian terbaru menemukan bahwa sinyal radio frekuensi rendah \'bocor\' ke langit dan mengganggu pengamatan astronomi. Para pengamat langit khawatir bahwa tidak lama lagi tidak akan ada banyak bintang yang dapat dilihat karena jumlah satelit yang ada, menurut komentar-komentar yang ada di platform media sosial X milik Elon Musk.

"Harus mencintai kurangnya pengawasan yang memungkinkan para megalomaniak merusak planet ini untuk semua orang," kata komentar pengguna akun X menanggapi video yang menampakkan banyaknya titik satelit di langit.

"Saya tidak ingat pernah memilih Musk untuk menjadi bintang ruang angkasa! tambah komentar akun X lainnya.

Sejarawan sains dan dosen di Universitas Falmouth, Dr Kit Chapman, dengan cepat menunjukan bahwa titik-titik oranye ini tidak dapat diukur. Ada banyak hal yang dapat dikatakan tentang ilmu pengetahuan ruang angkasa. Seperti, sampah antariksa, pilihan bahan, kimiawi satelit, dan lainnya.

Dikutip dari The Sun , Jumat (29/9/2023), beragam reaksi tanggapan lain masyarakat dalam platform X terkait video yang menunjukkan titik-titik oranye di langit seperti halnya berikut.

"Ruang angkasa tidak penuh sesak. Kita manusia hanya sangat payah dalam memahami skala dan angka." tulis salah satu warganet.

Warganet lain menulis bahwa video tersebut tidak terlalu "mengesankan atau menakutkan" tapi jelas bahwa Starlink akan berkontribusi secara signifikan terhadap sampah antariksa.

"Sepertinya satelit Starlink dirancang untuk deorbit, tetapi mereka berisiko mengalami tabrakan dan menciptakan lebih banyak puing-puing," timpal akun lain.

"Pembersihan Orbit Rendah Bumi masih dalam tahap percobaan," ujar pengguna X lainnya.

Benda buatan manusia yang tersangkut di orbit Bumi, seperti sepotong satelit yang sudah tidak berfungsi atau sepotong kecil cat roket, disebut sebagai sampah antariksa, atau dikenal juga dengan puing-puing antariksa.

Kecepatan rata-rata objek di orbit Bumi sekitar 15.000 mil per jam, hal ini memungkinkan adanya benda kecil bertabrakan dengan satelit atau pesawat ruang angkasa yang menyebabkan kerusakan dan menjadi sampah antariksa.

Untuk menghindari puing-puing luar angkasa, Stasiun Luar Angkasa Internasional sering melakukan penerbangan manuver. Namun, seiring dengan terbukanya industri ruang angkasa global bagi para pengusaha miliarder seperti Elon Musk, Blue Origin milik Jeff Bezos, dan Virgin Galactic milik Richard Branson, aktivitas di orbit Bumi pun melonjak.

Peningkatan aktivitas disertai dengan peningkatan puing-puing. Para ilmuwan khawatir tentang bagaimana langit malam akan berubah selain meningkatnya jumlah satelit di orbit. Namun, mereka juga khawatir akan terjadinya tabrakan yang sangat dahsyat, seperti yang dikemukakan oleh ilmuwan NASA, Donald Kessler, pada tahun 1978.

Dia berpikir bahwa jika ada terlalu banyak puing-puing antariksa di orbit, hal itu dapat memicu serangkaian kejadian yang tidak menguntungkan. Dalam hal ini, orbit Bumi menjadi tidak berguna karena semakin banyak objek yang bertabrakan dan menghasilkan lebih banyak sampah antariksa. ( Taja Aurora Bianca )