KPK Sita Tempat Kos Milik Rafael Ada Rubicon Parkir Ditutupi Kain Hitam

KPK Sita Tempat Kos Milik Rafael Ada Rubicon Parkir Ditutupi Kain Hitam

Otomotif | BuddyKu | Sabtu, 3 Juni 2023 - 07:33
share

Mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo diduga memiliki aset ratusan miliaran. Satu per satu asetnya disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di antaranya rumah kos di kawasan Blok M Jakarta Selatan dan kontrakan di Srengseng, Jakarta Barat.

Tempat kos elite dua lantaiyang dikelola salah satu anak Rafael, terletak di Jalan Mendawai INomor 92 RT 04 RW 07 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tak jauh dari Taman Ayodya.

Saat disambangi Rakyat Merdeka , Jumat (2/6) siang, suasananya tampak sepi. Bahkan tak ada penjaga kosan di pos penjagaan. Mobil Kijang Innova hitam pelat dan mobil diduga Rubicon yang terbungkus kain hitam parkir di teras. Tiga motor parkir di dekat bangunan pos penjagaan berwarna biru.

Tak tampak seorang pun yang masuk maupun keluar kosan. Terlihat dari luar, di dalam ruangan pun kelihatan sepi. Pada lantai 2 tampak juga lima balkon. Gorden jendela kamarnya tertutupsemua. Demikian juga gorden kamar di lantai bawah.

Di tempat kos bertarif Rp4 jutaper bulan ini belum dipasang pengumuman penyitaan oleh KPK.

Aris, satpam di kawasan itu mengungkapkan penjaga kos bernama Albert kini jarang terlihat. Sejak orang KPK ada datang ke sini, Albert sering pergi-pergi, katanya.

Biasanya, pagi hari Albert ada di tempat kos lalu pergi. Malam hari kembali menjaga tempat kos.

Aset kontrakan Rafael di Srengseng, Jakarta Barat memiliki 21 pintu. Letaknya di Jalan Raya Srengseng RT 05 RW 02 Nomor 36. Tak jauh dari kantor Kelurahan Srengseng.

Bagian depan kompleks kontrakan itu tampak rimbun ditanami pohon bambu hias yang menjulang tinggi. Di tempat ini juga tidak ada tanda penyitaan KPK.

Penjaga kontrakan, Martinus Jon (51), mengaku sudah bekerja di sini sejak 2010. Bahkan sejak kontrakan belum dibangun.

Dikatakan pria asal Larantuka, Nusa Tenggara Timur ini, dari 21 unit kontrakan tersebut, saat ini hanya 9 unit yang terisi. Harga sewa bervariasi antara Rp 1,8 juta hingga Rp 2,2 juta. Tergantung ukuran dan jumlah ruangannya. Tarif sewa itu belum termasuk biaya listrik, yang tentunya bervariasi.

Jon juga mengatakan, awalnya dia digaji Rp 900 ribu per bulan. Lalu merangkak naik sejak 2012 menjadi Rp1,4 juta. Di sana pula dia menempati salah satu unit kontrakan untuk tidur.

Gaji dibayar sama Christo (Christofer Dhyaksa Dharma, anak Rafael ). Kalau untuk makan, saya masak sendiri, ujarnya kepada Rakyat Merdeka , sambil menunjukkan dapur terbuka tempatnya memasak, Jumat (2/6) siang.

Meski gajinya terbilang kecil, namun Jon tak bisa menuntut apa-apa kepada majikannya. Apalagi, dia juga mendapat pekerjaannya dari rekan satu kampungnya, Albert, yang menjaga tempat kos di Jalan Mendawai. Ya, saya hanya kerja saja, katanya.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengungkapkan penyidik telah menyita aset milik Rafael yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, dan Surakarta.

Tim penyidik KPK terus lakukan penelusuran aset terkait perkara korupsi dugaan penerimaan gratifikasi dan TPPU dengan tersangka RAT, ujarnya kepada wartawan, Rabu (31/5).

Di Jakarta, KPK juga telah lakukan penyitaan rumah di Simprug, rumah kos di Blok M, dan kontrakan di Meruya, Jakarta Barat, lanjut Ali Fikri.

Rafael merupakan mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Selatan II. Awalnya, dia ditetapkan tersangka kasus penerimaan gratifikasi sebesar 90 ribu dolar Amerika Serikat setara Rp 1,3 miliar.

Uang tersebut diterima para wajib pajak melalui perusahaan konsultan pajak miliknya, PT Artha Mega Ekadhana (AME). Sementara dalam penyidikan TPPU, KPK menduga Rafael telah melakukan pencucian uang gratifikasinya hingga mencapai Rp 100 miliar.

Topik Menarik