Perjalanan Karier Irwan Ardiansyah, Legenda Balap Motor Indonesia
JAKARTA, celebrities.id - Pembalap Irwan Ardiansyah tutup usia pada Selasa (28/3/2023) kemarin. Kepergiannya tentu saja meninggalkan duka mendalam bagi dunia balap Tanah Air.
Semasa hidupnya, Irwan memiliki karier yang melejit sebagai pembalap sehingga disebut legenda balap motor Indonesia.
Irwan Ardiansyah atau akrab disapa Dian lahir di Yogyakarta pada 26 September 1977. Dia meninggal dunia dalam usia 46 tahun. Dian meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Semasa hidupnya, Irwan dikenal sebagai sosok yang profesional dan disiplin. Dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (29/3/2023), berikut celebrities.id telah merangkum perjalanan karier Irwan Ardiansyah sang legenda balap Indonesia.
Perjalanan Karier Irwan Ardiansyah
Irwan Ardiansyah sangat mencintai dunia balap motor hingga menetapkannya sebagai profesi. Kesukaannya pada jagat adu cepat itu juga membuatnya turun ke perlombaan profesional.
Kariernya diawali dengan menjajal lomba Road Race dan Grasstrack pada 1992 untuk pertama kali.
Pada 1993, Irwan melangkah lebih maju. Dia beralih ke balap Motorcross. Kariernya sebagai pembalap kemudian dia perdalam dengan mengikuti sekolah balap di Jim Holley MX School California pada 1995 hingga 1997.
Tak berhenti sampai di situ, dia kemudian melanjutkan belajar balap di Donnie Hansen MX School Arizona pada 2000.
Dia lantas mendapat julukan sebagai dewa road race di Indonesia. Bukan tanpa alasan titel tersebut disematkan padanya. Hal itu lantaran dia telah meraih banyak prestasi baik di ajang Road Race dan Motocross.
Sebagaimana tertulis di bio akun Instagramnya, @irwanardiansyah, Dian tercatat telah memenangkan sebanyak tujuh kali kejuaraan nasional motocross dalam rentang waktu antara 1996 hingga 2002.
Selain di Indonesia, kariernya juga merambah di kelas dunia. Tepatnya pada 1995, Dian berhasil mendapat Juara III Pemula 250 cc GFI Winter Series LACR California, Amerika Serikat.
Kemudian pada 2002, Dian juga meraih juara IV FIM Asia Supercross Medan kemudian menempati peringkat IV FIM Asia Supercross 2022.
Setelah menorehkan beragam prestasi, Dian akhirnya memilih pensiun dan membangun bisnis dengan mendirikan sekolah motocross untuk para pembalap-pembalap muda termasuk putrinya, Sheva Anela Ardiansyah.
Sekolah tersebut bernama Irwan Ardiansyah Motocross Academy (IAMA). Tempat yang dia dedikasikan untuk menciptakan pembalap-pembalap Indonesia yang berkualitas.
Selain sekolah balap, Dian mempunyai workshop motocross yang bernama Ardians Motocross Shop yang memproduksi wearpack untuk balap bermerek Ardians Racing Suits di daerah Bantul.
Celeb Hitz, itulah sekilas perjalanan karier Irwan Ardiansyah, Pembalap Motor legendaris Indonesia yang telah berpulang. Kita doakan supaya beliau tenang di sisi-Nya dan amal ibadah semasa hidupnya diterima di sisi Allah SWT.


