Loading...
Loading…
Rocky, Rambo dan Jhony Kembali ke Habitatnya.

Rocky, Rambo dan Jhony Kembali ke Habitatnya.

Powered by BuddyKu
Otomotif | Republika | Minggu, 04 September 2022 - 17:40

KAKI BUKIT Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di laman media sosialnya Instagram @siti.nurbayabakar dan juga di laman Facebook (FB) nya memberi kabar gembira untuk semua. Indonesia menjadi negara pertama di dunia melepas liarkan lumba-lumba ke laut lepas.

Menteri Siti Nurbaya menulis, Untuk pertama kali dilakukan di dunia, pelepasliaran lumba-lumba hidung botol bernama Johny, Rambo dan Rocky. Ketiga lumba-lumba ini dibebaskan setelah lama bersama pameran lumba-lumba, sekitar 7-8 tahun. Hari ini saya melepaskan mereka ke perairan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Pelepasliaran tiga ekor lumba-lumba hidung botol tersebut berlangsung pada rangkaian Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022 yang berlangsung di Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Sabtu, 3 September 2022. Tiga ekor lumba-lumba yang dilepas tersebut adalah lumba-lumba yang diberi nama Johny dengan usia diperkirakan 30 tahun, Rambo usia 20 tahun dan Rocky 10 tahun. Semuanya berjenis kelamin jantan.

Menurut Siti Nurbaya sebelum di lepas ke laut lepas, tiga lumba-lumba tersebut telah menjalani rehabilitasi dan pelatihan selama tiga tahun, serta dipulihkan sifat-sifat alamiahnya. Seperti pada lumba-lumba Jhony awalnya tidak dapat menggigit ikan sehingga dilakukanlah pemasangan gigi tanpa menyakiti pada hewan tersebut. Metode ini berhasil, sehingga Jhony bisa kembali menangkap ikan hidup di alam, katanya.

Menteri LHK melepas tiga satwa tersebut dengan suka cita saat melepas ketiga lumba-lumba yang sebelumnya merupakan satwa koleksi Taman Satwa Melka di Singaraja, Bali. Namun karena keberlanjutan lembaga konservasi ini terhenti sehingga satwa lumba-lumba hidung botol tersebut dikembalikan kepada negara.

Selamat menjalankan kebebasan kalian ya Johny, Rambo dan Rocky. Juga terima kasih atas kerja keras kawan-kawan dari Taman Nasional Bali Barat bersama dukungan Jaringan Satwa Indonesia, sahabat saya Famke dan ahli lumba-lumba dari Florida Doktor Richard Barry. Thank you very much Pak Rick for the great work for Indonesia and for the global community thank you all. Let Indonesia lead the way . Semoga lumba-lumba ini segera menemukan kelompok barunya, dapat beradaptasi dan lestari di alamnya, tulis Menteri Siti Nurbaya dalam unggahannya.

Lumba-lumba hidung botol adalah salah satu mamalia yang dilindungi berdasarkan PP No.7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengingatkan bahwa penyelamatan satwa sebagai komponen penting dari rantai makanan dalam suatu ekosistem harus terus diupayakan menggunakan metode yang mengacu pada rules based, scientific based dan evident based , untuk bisa menjadi referensi di masa depan.

Kerjasama antara Kementerian LHK dengan mitra dalam penyelamatan satwa juga harus dilakukan untuk mencapai tujuan negara dalam melindungi dan memulihkan keanekaragaman hayati Indonesia, ujar Siti Nurbaya yang meraih gelar profesor kehormatan dari Universitas Brawijaya (Unbraw).

Sementara itu Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa menjelaskan, pada tahun 2019 bekerjasama dengan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) dan Taman Nasional Bali Barat memindahkan tiga ekor lumba-lumba tersebut ke keramba (Sea Pen) rehabilitasi dan perawatan di Teluk Banyuwedang, perairan laut Taman Nasional Bali Barat.

Proses rehabilitasi yang dilakukan di Sea Pen berukuran 30 x 20 x 13 meter bertujuan untuk mengembalikan kesehatan dan sifat liarnya agar dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya,kata Agus Budi.

Pada saat menjadi satwa koleksi di lembaga konservasi (ex situ) lumba-lumba ini terbiasa untuk diberi makan, sehingga perlakuan pemberian makan secara bertahap diubah agar dapat mencari makan sendiri di alam. Tahap awal masih diberi makan ikan mati utuh, kemudian ikan hidup, sampai kepada penghentian sama sekali pemberian makan, tetapi diciptakan ekosistem buatan (Sea Pen) mendekati ekosistem alaminya dimana ikan-ikan hidup bisa ditangkap dan dimakan sendiri oleh Lumba-lumba hidung botol tersebut.

Agus Budi menceritakan tentang proses rehabilitasi terhadap lumba-lumba Jhony yang tidak dapat menggigit ikan ketika menangkapnya dan sering terlepas kembali. Berdasarkan analisis dokter hewan dari JSI yang didampingi oleh dokter hewan dari TNBB, untuk membantu kemandirian pencarian pakan alami bagi lumba-lumba Jhony perlu perlakuan pemasangan mahkota gigi palsu. Pemasangan gigi pada lumba-lumba Jhony terbukti berhasil dilakukan tanpa menyakiti dan mengembalikan perilaku menangkap ikan hidup di alam.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Bambang Hendroyono, keberhasilan rehabilitasi lumba-lumba termasuk pemasangan gigi dari konservasi ex-situ untuk siap dikembalikan ke habitat alaminya (in situ) patut dihargai karena merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan masih sangat langka dilakukan di dunia sehingga hal ini bisa menjadi referensi bagi future practices dalam pemulihan dan penyelamatan mamalia laut seperti Lumba-lumba.

Ketiga lumba-lumba sebelum dilepas dipasang GPS yang akan terlepas sendiri satu tahun kemudian. Berbekal GPS tersebut keberadaan Rocky dan Rambo dan Jhony dapat dipantau melalui satelit. Monitoring pasca pelepasliaran akan tetap dilakukan baik menggunakan radiometri dan sonar serta pemantauan secara faktual melalui patroli dan sosialisasi kepada para pelaku jasa wisata dan masyarakat sekitar kawasan taman nasional.


Lumba-lumba Rocky, Rambo dan Jhony.

Lumba-Lumba Hidung Botol

Di dunia ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba yang terbagi dalam 17 genus yang terdapat di seluruh dunia. Jenis lumba-lumba yang paling banyak jumlahnya dan memiliki distribusi yang luas adalah lumba-lumba hidung botol (Tursiops sp.). Di perairan Indonesia, lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (T. aduncus) adalah salah satu mamalia yang paling banyak ditemukan di perairan Indonesia.

Menurut data Kementerian LHK dari 40 jenis lumba-lumba tersebut sebanyak 10 jenis terdapat di Indonesia. Atau lebih dari sepertiga jenis lumba-lumba dunia terdapat di perairan Indonesia, termasuk beberapa jenis yang dikategorikan langka dan terancam punah.

Dari banyak penelitian yang dilakukan terhadap satwa lumba-lumba, keberadaan dan distribusi lumba-lumba hidung botol (Tursiops sp.) adalah salah satu biota laut yang memiliki sebaran yang sangat luas, mulai dari kawasan perairan pesisir hingga laut lepas, ada di perairan tropis dan subtropis yang ada di dunia.

Lumba-lumba hidung botol juga ditemukan mendiami berbagai macam habitat, mulai dari perairan terumbu karang pesisir hingga lepas pantai, perairan berpasir dan berpadang lamun sampai ke kawasan estuari. Ini pertanda bahwa hewan ini memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.

Lumba-lumba hidung botol atau bottlenose dolphin termasuk dalam Kingdom Animalia. Menurut Badan Konservasi Dunia atau International Union for Conservation Nature (IUCN), ada sekitar 13 spesies lumba-lumba yang berhabitat di perairan Indonesia, antara lain Steno bredanensis, Souse chinensis, T. trancatus dan lainnya.

Menurut RS Well dan MD Scott dalam Bottlenose dolphins Tursiopstruncatus and T.aduncus (2002), lumba-lumba hidung botol Indo-pasifik memiliki distribusi sebaran pada daerah beriklim hangat mulai dari perairan laut Indo Pasifik, Afrika Selatan, sepanjang tepi Samudera Hindia sampai ke Kepulauan Solomon dan Kaledonia.

Lumba-lumba hidung botol hidupnya berkelompok dengan jenisnya dan spesies lumba-lumba. Hewan ini memakan beragam jenis ikan. Lumba-lumba tumbuh dengan tubuh panjangnya mencapai 2,6 meter dan berat mencapai 230 kg. Warna kulitnya abu-abu yang cerah hingga warna putih dengan titik-titik abu-abu. Khusus lumba-lumba hidung botol Indo-pasifik secara umum memiliki ukuran lebih kecil dibanding lumba-lumba hidung botong (common bottlenose dolphin). Juga memiliki paruh yang lebih panjang dan jumlah gigi yang lebih banyak.

Mengutip dari Dolphin Institute (2002), lumba-lumba hidung botol juga dikenal sebagai jenis mamalia yang memiliki kepekaan pendengaran yang baik. Lumba-lumba ini memiliki sistem jaringan indera pendengarannya yang telah terbangun dengan baik. Lumba-lumba dapat mendengar suara dengan frekuensi 1-150 kHz. Sensitivitas yang tinggi ini sangat diperlukan untuk echolocation. Echolocation adalah kemampuan untuk mengindera melalui suara dan pendengaran.

Aktivitas ini terjadi melalui dua tahap. Pertama lumba-lumba mengeluarkan clicks berfrekuensi tinggi (120 kHz), kemudian diproyeksikan melalui daerah bagian depan kepala (melon) ke media air sekitarnya. Ketika clicks mengenai suatu objek, akan terbentuk gema atau gelombang suara yang akan diterima oleh lumba-lumba dan diproses menjadi informasi tentang lokasi atau jenis objek.

Lumba-lumba adalah salah satu jenis satwa yang dilindungi. Di Indonesia perlindungannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 yang pada lampirannya menyebutkan mamalia, lumba-lumba air laut semua jenis dari family Ziphiidae adalah satwa yang dilindungi.

Seperti pada lumba-lumba bernama Johny, Rambo dan Rocky sebelum menjalani rehabilitasi adalah satwa yang dijadikan atraksi hiburan atau wisata yang menjadi koleksi Taman Satwa Melka di Singaraja, Bali. Bahkan ada yang menjadikan lumba-lumba sebagai bagian dari atraksi sirkus keliling.


Menteri LHK Siti Nurbaya saat melepas Rocky, Rambo dan Jhony ke laut lepas.

Adalah Femke den Haas, Karin Franken dan Natalie Stewart pada Februari 2008 mendirikan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang berkampanye penyelamat hewan dan menerima aduan-aduan atas kesejahteraan hewan. JAAN pada 2009 meluncurkan kampanye Selamatkan Lumba-Lumba Indonesia. Lembaga ini kemudian menandatangani nota kesepahaman atau MOU dengan Kementerian Kehutanan pada 2010 untuk penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasan ke alam di tahun 2010.

Dalam kampanye Selamatkan Lumba-Lumba Indonesia Jakarta Animal Aid Network mendapat bantuan dari Ric O Barry seorang aktivis lumba-lumba untuk membangun pusat rehabilitasi lumba-lumba permanen di Karimun Jawa.

Kemudian di dunia maya JAAN berkampanye melalui tagar Hentikan sirkus keliling Lumba-Lumba! muncul dukungan petisi di situs www.change.org yang sudah ditangani lebih dari 300.000 pendukung dan menjadi petisi paling banyak di tanda tangani di Change.org!

Isi petisi tersebut :

Mereka sengaja dibuat lapar. Mereka diangkut truk yang sempit, gelap, dan pengap. Klorin dalam kolam sering membuat mereka buta. Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan membuat kerusakan sonar. Tidak heran bila mereka sering ditemukan mati. Dan semua ini dengan dalih pendidikan dan pelestarian?

Inilah yang ditemukan pada sirkus lumba-lumba keliling PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI) dan beberapa lainnya. Mereka mendapatkan lumba-lumba dari hasil tangkapan di sekitar pulau Karimun Jawa, 2-3 juta per ekor.

Saking buruknya industri ini, praktek ini telah dihentikan di seluruh dunia, kecuali Indonesia. Hal ini dapat kita hentikan apabila kita bisa menekan perusahaan-perusahaan lain untuk mendukungnya.

Dengan tekanan-tekanan serupa, Carrefour, hero, Giant, Lottemart telah setuju untuk berhenti menyediakan tempat parkirnya untuk area sirkus ini. Begitu pula dengan Garuda, yang telah berkomitmen untuk berhenti mengangkut lumba-lumba dengan pesawatnya dan Teh Botol Sosro, Coca-Cola yang telah berhenti mensponsori.

Namun, praktik sirkus lumba keliling masih ada sampai sekarang, diadakan diberbagai mal daerah, dan bahkan difasilitasi oleh Pemkab, Pemkot, dan Pemda, bahkan di ruang publik! Mari kita berikan mereka kesempatan untuk melakukan hal yang benar.

Paraf petisi ini, sekarang! Dan selamatkan Lumba-Lumba Indonesia. (maspril aries)

Original Source

Topik Menarik

{