10 Merek Lokal Ini Sering Dikira Punya Brand Luar, Nomor 3 Paling Laris di Asia
JAKARTA- 10 merek lokal ini sering dikira punya brand luar . Mungkin salah satu alasannya adalah karena kualitas produknya yang hampir menyamai produk luar.
Tak hanya itu saja, strategi pemasaran dan brand image membuatnya seperti brand luar negeri. Anda pasti sudah tidak asing dengan merek-merek berikut ini yang sering anda temui di mall
Berikut 10 merek lokal ini sering dikira punya brand luar dirangkum Okezone dari berbagai sumber:
1. Wakai
Wakai Dari namanya, orang sering mengira merek fashion ini berasal dari Jepang. Padahal sebenarnya produk asal Indonesia. Wakai bisa dibilang cukup fenomenal di Indonesia. Banyak orang yang bangga memakai sepatu merek Wakai, bahkan sampai ada produk tiruannya.
2. Eiger
Brand yang satu ini lekat dengan para pecinta alam atau anda yang sering beraktivitas di outdoor. Eiger merupakan brand lokal Indonesia yang berdiri pada 1993 dan didirikan oleh Rony Lukito, pebisnis asal Bandung.
Hingga kini Eiger telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, baik itu toko independen maupun toko di departemen store.
3. J.Co
Toko donat yang menjual berbagai macam donat warna warni dan berbagai varian menu lain ini rupanya juga milik pengusaha lokal. J.Co berdiri di bawah perusahaan Johny Andrean Group. Saat ini gerai J.Co telah tersebar di berbagai kota di Indonesia dan juga beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Arab Saudi.
4. The Executive
Merek pakaian ini pasti sering kita temukan di mal-mal besar. Memang, biasanya stand The Executive jadi tempat buat para pekerja kantoran mencari pakaian kerja mereka. Namanya membuat brand lokal ini disangka dari luar negeri. Padahal, The Executive berasal dari Indonesia, tepatnya dari Bandung. Brand yang didirikan oleh Johanes Farial ini berada di bawah naungan PT Delami Garment Industries. Kini merek The Executive juga mulai merambah beberapa negara di Asia Tenggara.
5. HokBen
Nah, nama restoran cepat saji dengan sajian menu khas Jepang ini tentu sudah sangat tidak asing. Hoka-Hoka Bento alias Hokben hadir dengan konsep yang memang Jepang sekali. Tak heran jika kebanyakan orang mengira Hokben berasal dari Negeri Sakura. Nyatanya, brand restoran cepat saji ini sudah ada sejak tahun 1985 di bawah naungan PT Eka Bogainti. Kantor pusatnya malah berada di Jakarta.
6.SilverQueen
Siapa sangka jika merek coklat lezat ini rupanya milik perusahaan lokal. SilverQueen dapat anda temukan dengan mudah di berbagai toko. Pabrik SilverQueen berada di Garut, Jawa Barat. Ming Chee Chuang, sang pemilik, dulunya membeli perusahaan NV Ceres dari Belanda lalu dibuatlah SilverQueen.
7. Buccheri
Merek sepatu Buccheri merupakan merek asli Indonesia yang sudah eksis dari tahun 1980an. Sejak berdiri hingga saat ini, Buccery telah memiliki lebih dari 120 cabang di seluruh Indonesia.
8. Terry Palmer
Merek handuk yang paling terkenal di Indonesia ini rupanya milik PT. Indah Jaya yang sudah berdiri sejak 1962. Saat pertama kali berdiri, perusahaan ini hanya memproduksi handuk untuk pasar lokal. Namun seiring waktu perusahaan tersebut mengekspornya ke luar negeri.
Uniknya, nama Palmer merupakan singkatan dari Pal Merah yang dulunya adalah lokasi pabrik ini.
9. Polygon
Brand produk sepeda tersebut ternyata diproduksi di Sidoarjo, Jawa Timur. Padahal, banyak yang menyangka merek ini berasal dari luar. Pasalnya, dulu produk sepeda ini pertama kali memang dipasarkan di luar negeri. Setelah sukses, barulah kembali di bawa ke dalam negeri. Sepeda Polygon pernah digunakan di UCI DH World Cup tahun 2013 oleh tim Internasional UR Team.
10. Lea Jeans
Seperti namanya, Lea Jeans memproduksi berbagai jenis produk pakaian maupun celana yang terbuat dari jeans. Brand ini dikelola oleh PT. Lea Sanent dan memiliki pabrik di Tangerang, Banten.
Demikian 10 merek lokal Ini sering dikira punya brand luar.
(RIN)


