Loading...
Loading…
Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia Rendah

Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia Rendah

Otomotif | kabaroto.com | Selasa, 28 Juni 2022 - 07:17

KabarOto.com - Rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah. Ini menjadi peluang, bagi pabrikan Jepang untuk memanfaatkannya. Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Indonesia-Japan Autoparts Business Forum, yang diikuti secara virtual, Senin (27/06).

Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih 99 kendaraan per 1.000 orang, sementara jumlah penduduk 270 juta orang.

"Data yang kami miliki, rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia, 99 kendaraan per 1.000 orang out of 270 juta orang," kata Menperin. CaptionBerbagai merek mobil menawarkan produk terbaru ke konsumen (Foto Ilustrasi: KabarOto)

Dia mencontohkan, di Brunei Darussalam penduduknya 2 juta, rasio kepemilikan kendaraan 805 per 1.000 orang. Sementara, di Malaysia 30 juta penduduk, rasio kepemilikan kendaraan 450 kendaraan per 1.000 orang. Thailand sebesar 275 kendaraan per 1.000 orang, penduduknya kurang lebih 70 juta orang.

"Rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia yang masih rendah itu menunjukkan potensi yang luar biasa bagi industri otomotif di Indonesia," ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca Juga :
Kepemilikan Mobil Rakyat Rendah, Menperin: Peluang Bagi Manufaktur RI

Sejalan dengan target untuk masuk dalam jajaran 10, negara ekonomi terbesar dunia, Produk Domestik Bruto per kapita diharapkan bisa naik, sehingga tercipta calon pembeli kendaraan baru.

"Ketika kita bicara Indonesia sebagai 10 ekonomi terbesar dunia, artinya GDP per kapita Indonesia akan melonjak jauh lebih cepat dan lebih tinggi," tambah Agus Gumiwang Kartasasmita.

Agus Gumiwang Kartasasmita mengartikan, akan tercipta calon-calon pembeli kendaraan bermotor, roda dua dan roda empat. Karena Indonesia lebih baik dari negara tetangganya.

Ia juga memaparkan, jika Indonesia dan sektor manufaktur memiliki kekuatan serta daya tarik, dan posisinya strategis untuk jadi mitra dan bagian dari rantai pasok global.

Original Source

Topik Menarik