Loading...
Loading…
Gara-gara Emisi, Kuartet Pabrikan Motor Jepang Suntik Mati 20 Motor

Gara-gara Emisi, Kuartet Pabrikan Motor Jepang Suntik Mati 20 Motor

Powered by BuddyKu
Otomotif | Sindonews | Sabtu, 25 Juni 2022 - 17:44

JEPANG Peraturan emisi yang semakin ketat di Jepang membuat empat perusahaan motor besar di negeri itu menyuntik mati 20 motor. Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki disebut Nikkei Asia telah memastikan beberapa model yang tidak akan lagi diproduksi dan dilempar ke pasar ketika 2022 tutup tahun.

Honda dilaporkan akan menyuntik mati motor sport berbadan gede Honda CB400 Super Four. Bagi Honda penghentian produksi Honda CB400 Super Four sangat disayangkan. Pasalnya sejak diluncurkan di era 1990-an, motor sport buatan Honda itu selalu disukai masyarakat Jepang.

Selain Honda CB400 Super Four, Honda dikabarkan akan mengeliminasi Honda Gold Wing dan Honda Benly. Kedua motor itu mengisi segmen yang berbeda dimana Honda Gold Wing merupakan motor premium sedangkan Honda Benly merupakan motor yang biasa digunakan untuk kegiatan logistik.

Sama seperti Honda, Suzuki juga akan menyunyik mati dua motor kesayangan mereka. Motor yang terdampak dari kebijakan emisi yang sangat ketat itu adalah Suzuki FJR1300 dan Suzuki GSX250R. Khusus untuk Suzuki GSX250R jadi kejutan karena motor itu justru baru didatangkan ke Indonesia tahun lalu.

Baca Juga :
4 Pabrikan Jepang Umumkan Siap Kurangi Produksi Motor Bertenaga Bensin

Nikkei Asia tidak menyebutkan motor apa saja yang akan dihentikan produksinya oleh Yamaha dan Kawasaki. Hanya saja sebelumnya Kawasaki sudah pernah mengumumkan akan memberhentikan produksi Kawasaki J125, Kawsaki J300, Kawasaki Ninja 400, Kawasaki Z400, hingga Kawasaki ZX-6R. Motor-motor itu tidak lagi diproduksi karena terbentu regulasi emisi Euro 5 di beberapa negara.

Nah, Jepang memang akan memberlakuan emisi Euro 5 tahun depan. Jadi sudah pasti model yang sama akan jadi korban. Untuk mematuhi peraturan itu, seluruh pabrikan motor di Jepang harus memasang catalytic converter yang ditingkatkan atau mendesain ulang mesin sepenuhnya.

Hanya saja memasang catalytic converter yang baru jadi masalah besar. Krisis semikonduktor dan ketersedian material yang minim membuat pabrikan motor semakin sulit membuat motor yang sesuai dengan regulasi emisi Euro 5. Hal itu yang membuat mereka lebih memilih menyuntik beberapa model motor yang sudah ada.

(wsb)

Original Source

Topik Menarik

{
{
{