Percepat Elektrifikasi Kendaraan, PLN Genjot Pembangunan SPKLU

Otomotif | inewsid | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 13:45
Percepat Elektrifikasi Kendaraan, PLN Genjot Pembangunan SPKLU

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mendorong elektrifikasi kendaraan. Langkah ini untuk mengurangi dampak emisi gas dan menciptakan lingkungan lebih bersih.

Di samping itu, elektrifikasi kendaraan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang berpotensi menghemat anggaran sekitar Rp798 triliun. Di mana 414 juta barel minyak harus disiapkan setiap tahun. Sebagian Bahan Bakar Minyak (BBM) harus diimpor sehingga membebani keuangan negara dari tahun ke tahun.

Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan, untuk mempercepat penetrasi pasar kendaraan listrik, pihaknya telah menyediakan 47 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2021, fasilitas akan bertambah menjadi 67 unit SPKLU.

Dia melihat minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Penjualan mobil listrik naik hingga 46 persen pada 2020.

Untul itu, PLN membuka peluang kerja sama bagi para pelaku usaha untuk membangun 101 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum sampai 2021. Kementerian ESDM pun telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2021 yang mempermudah perizinan usaha untuk SPKLU.

"Dalam kerja sama ini, mitra usaha bisa mendapat insentif (stimulus) yang dapat dinikmati pemilik instalasi listrik privat untuk angkutan umum, badan usaha SPKLU, dan badan usaha Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPNKLU)," ujar Darmawan dilansir dalam channel YouTube PLN Minggu (26/12/2021).

Darmawan menuturkan PLN juga memfasilitasi produk home charging services dan tambahan daya listrik bagi konsumen Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (BKLBB) di fasilitas KBLBB yang bekerja sama dengan PLN.

"Bagi konsumen KBLBB, PLN akan memberikan peralatan dan pemasangan home charging yang terintergrasi ke sitem PLB Charge IN. Konsumen mendapatan insentif tarif 30 persen penggunaan home charging pada puul 22.00-05.00 WIB," katanya.

Di sisi lain, Darmawan memaparkan kendaraan listrik lebih hemat dibandingkan mobil bahan bakar bensin. Berdasarkan perhitungan, mobil listrik hanya membutuhkan biaya Rp10.000 untuk 72 km jarak tempuh. Sementara dengan asumsi BBM Rp9.000 per liter dibutuhkan biaya Rp60.000.

"Kalau pakai BBM satu liter bensin itu 10 km. seliter bensin dengan satu KwH sama dengan 10 Km. 1 liter bensin harganya Rp9.000. 1 Kwh listrik harganya Rp1.500," katanya.

Adapun dalam perhitungan emisi secara periodik mobil listrik per kwh hanya menghasilkan emisi karbon 0,85 kg, sedangkan kendaraan berbasis BBM menghasilkan 2,4 kg emisi karbon untuk 1 liter bensin.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil listrik pada Januari hingga November 2021 naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Masing-masing model Baterai Electric Vehicle (BEV) sebanyak 675 unit (125 unit pada 2020), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) 46 unit (8 unit), Hybrid Electric Vehicle (HEV) 2.136 unit (1.191 unit).

"Tren kendaraan listrik terus meningkat. Di masa mendatang mobil listrik akan menjadi pilihan utama masyarakat dan akan banyak produsen yang memproduksi mobil listrik," ujar Sekretaris Umum Gaikndo Kukuh Kumara.

Kementerian ESDM memproyeksikan pada 2030 populasi mobil listrik akan mencapai 2,2 juta unit dan motor listrik sebanyak 13 juta unit dengan 31.859 SPKLU. Pada tahun tersebut impor BBM sekitar 6 juta kilo liter dapat ditekan.

Artikel Asli