Mitsubishi akan Mulai Studi Kendaraan Listrik Minicab MiEV

Otomotif | kabaroto.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 11:37
Mitsubishi akan Mulai Studi Kendaraan Listrik Minicab MiEV

KabarOto.com - Beberapa waktu lalu, saat mengunjungi pameran otomotif GIIAS 2021, Presiden Joko Widodo menjajal Minicab MiEV. Kendaraan niaga ringan tersebut sengaja dibawa dan dipamerkan untuk mendukung program elektrifikasi yang mulai dicanangkan pemerintah untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan konvensional.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku Agen Pemegang Merek kendaraan Mitsubishi di Indonesia akan mulai melakukan studi pasar untuk kendaraan Minicab MiEV tahun depan.

Hal itu dijelaskan oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran MMKSI, Irwan Kuncoro saat talkshow virtual di pameran IEMS 2021. Menurutnya, studi akan melibatkan beberapa perusahaan dan pemerintah RI, tujuannya untuk melihat potensinya di Indonesia.

"Di 2022, kita akan melakukan tes pasar untuk electric vehicle (EV), tetapi kendaraan niaga. Ini salah satu solusi EV bagi pelaku bisnis," terang Irwan, Kamis 25/11/2021). Dia juga mengungkapkan pertimbangannya. Dijelaskan, Irwan karena infrastruktur dan SPKLU yang tersedia.

Meski begitu, ia belum menjabarkan rencana studi pasar. Namun langkah yang dibuat sebagai salah satu upaya perusahaan mendukung target pemerintah atas program percepatan kendaraan bermotor listrik.

"Target populasi electric vehicle (EV) pemerintah RI sebesar 20 persen di 2025 sebenarnya sejalan dengan visi Mitsubishi Motors yang menargetkan 50 persen EV di 2030 secara global," tambahnya.

Strategi Mitsubishi untuk kendaraan listrik di Indonesia menurut Irwan dilakukan secara bertahap, dimulai dari HEV, PHEV, sampai ke battery electric vehicle (BEV), terutama pada kendaraan berpenumpang. "Secara perlahan masyarkat berani memulai perubahan untuk masa depan yang baik dengan menggunakan kendaraan listrik," terangnya.

Sementara itu Director of Product Strategy Division PT MMKSI, Hikaru Mii di booth area IEMS 2021 menjelaskan, pertimbangan menghadirkan kendaraan listrik niaga lebih dulu dibanding penumpang karena keadaan Indonesia saat ini, mobil niaga listrik lebih relevan.

Limitasi jarak tempuh dan harga menurut Hikru masih jadi persoalan besar. "Sektor bisnis lebih cocok untuk EV. Itu poin kami di sini. Tentu kendaraan penumpang itu penting, tapi langkah pertama kami adalah di commercial vehicle," jelasnya, Rabu (24/11).

Artikel Asli