Menuju Elektrifikasi, Damri Uji Coba DFSK Gelora E

Otomotif | kabaroto.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 10:55
Menuju Elektrifikasi, Damri Uji Coba DFSK Gelora E

KabarOto.com - DFSK Gelora E merupakan kendaraan niaga ringan yang menggunakan tenaga listrik. Mobil ramah lingkungan ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia. Sejak pertama diperkenalkan, respons terhadap mobil ini cukup baik dan positif.

Kemampuan dan keunggulan yang ditawarkan DFSK Gelora E menarik perhatian sejumlah pihak, terutama perusahaan yang membutuhkan kendaraan niaga rigan untuk mendukung mendukung bisnisnya.

Salah satunya Damri, perusahaan transportasi darat milik Pemerintah yang saat ini sedang menuju elektrifikasi. Damri saat ini ini sedang melakukan uji coba DFSK Gelora E untuk beberapa waktu kedepan. Mereka juga akan mengkaji peluang penggunaan DFSK Gelora E untuk armada usaha mereka di masa mendatang.

Achmad Rofiqi selaku PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile mengatakan, semangat Damri dalam rangka HUT ke-75 tahun untuk menghadirkan armada yang ramah lingkungan, sejalan dengan semangat perusahaan yang hadir sebagai solusi mobilitas untuk masyarakat Indonesia.

"DFSK Gelora E sepenuhnya digerakan oleh tenaga listrik dan nol emisi gas buang," terang Rofiqi. Selain itu, menurutnya DFSK Gelora E juga memiliki utilitas yang tinggi dan bisa digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan usaha yang dijalankan oleh Damri.

DFSK Gelora E tersedia dalam model Minibus yang cocok untuk digunakan sebagai sarana transportasi wisatawan dengan dukungan kabin yang lega dan nyaman. Selain itu ada model blind van, yang bisa digunakan sebagai kendaraan angkutan barang atau logistik.

DFSK Gelora E tidak menggunakan mesin konvensional, sehingga suasana kabin lebih senyap, tidak meninggalkan bau kurang sedap akibat pembakaran bahan bakar minyak (BBM).

Mobil ini diklaim sangat mendukung bisnis, biaya operasional hariannya cukup rendah dan sangat memungkinkan untuk meningkatkan margin keuntungan bisnis. Kedua model untuk perawatannya hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 200 per kilometer.

Angka yang ditawarkan ini lebih rendah 1/3 dibandingkan dengan kendaraan komersial konvensional, sampai memberikan lebih banyak keuntungan dari segi biaya operasional.

Kendaraan ramah lingkungan ini jarak tempuh dalam kondisi baterai penuh mampu melaju hingga hingga 300 kilometer, berdasarkan New European Driving Cycle (NEDC).

Pengisian daya baterai juga mudah rata-rata 220V 16A, atau fitur fast charging di mana kapasitas 20 - 80% hanya membutuhkan waktu 80 menit.

Artikel Asli