Mitsubishi Pertimbangkan SUV Kompak Baru, Lawan Kuat Toyota Raize dan Daihatsu Rocky

Otomotif | sindonews | Published at Minggu, 14 November 2021 - 10:20
Mitsubishi Pertimbangkan SUV Kompak Baru, Lawan Kuat Toyota Raize dan Daihatsu Rocky

JAKARTA - Toyota Raize dan Daihatsu Rocky akan dapan lawan kuat dari Mitsubishi. Perusahaan mobil Jepang dengan logo tiga berlian itu tengah membahas pengembangan compact crossover.

"Kami sedang membahas kemungkinan mengembangkan compact crossover karena pasarnya akan sangat besar dan juga kompetitif," ujar Tetsuhiro Tsuchida, Director sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Dia mengatakan proses pengembangan itu membutuhkan tahapan yang serius. Salah satunya adalah dengan melakukan survei langsung mengenai jenis mobil SUV kompak seperti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Jadi Mitsubishi tidak akan sekadar membuat mobil baru yang ujung-ujungnya justru tidak akan diperlukan orang banyak. "Perlu ada produk yang tepat dan sesuai dengan permintaan konsumen seperti yang kita lakukan dengan Mitsubishi Xpander," ujarnya.

Tetsuhiro Tsuchida juga membantah kemungkinan dibangkitkannya kembali Mitsubishi Outlander Sport untuk mengisi segmen itu. Dia mengatakan saat ini untuk pasar Indonesia nasib Mitsubishi Outlander Sport sudah berakhir. Tidak ada pembaruan buat mobil small SUV yang pernah mencuri perhatian masyarakat itu.

Menurutnya Mitsubishi Outlander Sport sudah diganti dengan mobil lain, Mitsubishi Eclipse Cross. "Untuk saat ini kami memiliki Mitsubishi Eclipse Cross yang menurut saya pribadi elegan dan punya fitur canggih serta terbaik di kelasnya," terangnya.

Diketahui saat ini segmen kompak SUV memang semakin ramai. Berbagai produsen mobil di Indonesia mulai mengisi segmen itu dengan produk terbaik. Beberapa di antaranya adalah Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Renault Kiger, KIA Sonet dan Nissan Magnite.

Segmen kompak SUV sendiri diprediksi akan mengalami peningkatan yang tinggi. Diperkirakan akan tubuh 20.000 sampai 25.000 unit per bulan pada 2025 nanti.

Artikel Asli