Gaikindo: Dukungan Pemerintah Dorong Percepatan Bangkitnya Otomotif Indonesia

Otomotif | sindonews | Published at Kamis, 11 November 2021 - 11:12
Gaikindo: Dukungan Pemerintah Dorong Percepatan Bangkitnya Otomotif Indonesia

JAKARTA - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) telah resmi dibuka hari ini, Kamis (11/11/2021). Gaikindo juga mengungkapkan bahwa kebijakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) membantu industri otomotif bisa bertahan dari keterpurukan.

Dalam laporannya Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungannya dalam mendorong percepatan bangkitnya industri otomotif dari dampak pandemi Covid-19.

Selain itu pemerataan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan semakin baiknya penanganan masalah sehingga kasus yang terus melanda Indonesia akhirnya dapat mendukung pembukaan pameran otomotif GIIAS 2021.

BACA: Gaikindo Minta Peralihan Penggunaan Kendaraan Listrik Berlangsung Alami

"Rasa terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia, khususnya di bawah tanah Bapak menteri koordinator bidang perekonomian kementerian perindustrian dan kementerian keuangan dukungan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah telah mendorong percepatan bangkitnya otomotif dari dampak pandemi covid-19," ujarnya saat pembukaan.

Salah satu kebijakannya adalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) oleh Pemerintah yang mendukung penjualan sektor otomotif . "Melalui kebijakan pemerintah yaitu ppnbm ini cukup mendorong baik kepada penjualan kendaraan di Indonesia," tuturnya

Adapun pencapaian hasil kenaikan cukup signifikan kendaraan-kendaraan yang mendapatkan kebijakan PPnBM DPP jenis kendaraan kendaraan yang diproduksi di Indonesia dengan lokal lebih dari 60%.

"Pada periode Januari-Oktober 2012 1 dibandingkan periode yang sama tahun 2020 tercatat kenaikan penjualan domestik hingga 68%," paparnya.

Sampai saat ini pihaknya mencatat, masih terjadi antrian pemesanan kendaraan. "Hal tersebut segera dapat memenuhi seluruh kebutuhan tersebut tetap mendapatkan kenaikan sebesar 33,5% sebagai kelompok industri kendaraan bermotor yang menyerap tenaga kerja mencapai lebih dari 1,5 juta orang diikuti dengan kegiatan usaha industri industri pendukung." pungkasnya.

Artikel Asli