Mengatur Posisi Duduk saat Berkendara, Begini agar Tidak Cepat Pegal

Otomotif | inewsid | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:15
Mengatur Posisi Duduk saat Berkendara, Begini agar Tidak Cepat Pegal

JAKARTA, iNews.id Berkendara menggunakan mobil sangat mempermudah mobilitas. Namun, saat berkendara Anda harus memperhatikan posisi ergonomis dengan mengatur tempat duduk yang benar, nyaman, dan aman.

Posisi duduk dan kemudi pada kendaraan saat ini dapat diatur sesuai dengan postur tubuh. Ini dapat meningkatkan konsentrasi, mengurangi keletihan, bahkan menghindari kejadian tidak diinginkan seperti kecelakaan.

"Saat mengemudi, terutama jarak jauh, memang membutuhkan kenyamanan tapi pengendara juga tidak boleh mengesampingkan keamanan. Menjaga kenyamanan saat berkendara dilakukan agar tubuh tetap rileks dan tidak cepat lelah, sehingga dapat menghindari kecelakaan," ujar Asst To Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi.

Bagaimana mengantur posisi duduk yang nyaman dan aman saat berkendara? Berikut ulasannya.

1. Posisi Duduk

Sebelum memulai perjalanan, pengendara harus mengatur posisi kursi mobil. Posisi duduk yang benar adalah badan tegak dan membentuk sudut 100 derajat. Caranya dengan mengatur posisi sandaran kursi agar berada pada posisi yang tepat namun tetap rileks, serta pastikan posisi tangan dan kaki tetap bebas bergerak ketika berkendara.

Letakkan punggung menempel dengan sandaran jok atau back rest agar tidak mudah letih. Selain itu, perhatikan juga jangkauan penglihatan mata ke area exterior mirror, interior mirror, maupun blind spot area dapat terpantau jelas ketika pengendara sedang mengatur posisi kursi.

2. Posisi Kepala

Pastikan posisi headrest kursi sesuai dengan tinggi kepala pengemudi. Pastikan posisi kepala tegak sejajar dengan bahu agar konsentrasi dan pandangan ke arah depan kendaraan tidak terganggu. Tinggi headrest yang tepat dapat melindungi kepala dan leher pengendara apabila terjadi benturan keras akibat kecelakaan.

3. Posisi Tangan

Posisi tangan juga harus diperhatikan agar tetap bebas bergerak dan rileks. Ketika memegang kemudi, sebaiknya ibu jari berada di luar genggaman empat jari agar terhindar dari cedera ketika menggenggam lingkar kemudi secara penuh.

Posisi tangan ketika menggenggam lingkar kemudi dianjurkan pada posisi arah pukul 03.00 dan arah pukul 09.00. Selalu gunakan kedua tangan ketika memegang lingkar kemudi untuk menjaga refleks bermanuver dan keselamatan.

4. Posisi Kaki

Posisi kaki harus disesuaikan dengan kenyamanan pengendara, karena posisi kaki yang tepat akan mencegah nyeri lutut (pegal) setelah berkendara jarak jauh. Posisi kaki tidak boleh terlalu menekuk maupun terlalu lurus. Kemudian kendalikan tinggi atau rendahnya kursi sesuai dengan postur tubuh, dan pinggul tidak boleh lebih rendah dari lutut karena akan menyumbat peredaran darah ke kaki.

Jika mobil tidak memiliki kontrol, pengendara dapat menggunakan bantal untuk menjaga pinggul setinggi lutut. Bagi pengendara mobil bertransmisi manual, hindari kebiasaan kaki kiri menempel pada permukaan pedal kopling apabila sedang tidak digunakan. Ini agar fungsi kopling tidak cepat habis dan berfungsi dengan baik.

Perlu diperhatikan juga karpet di bawah area pedal kendaraan dengan selalu menggunakan karpet berpermukaan rata dan tidak bergelombang maupun terlipat, karena bentuk karpet bergelombang atau terlipat dikhawatirkan dapat mengakibatkan pedal rentan tersangkut ketika sedang diinjak. Ini sangat berbahaya bagi pengendara.

5. Gunakan Saet Belt

Setelah posisi duduk nyaman dan aman gunakan seat belt alias sabuk pengaman dengan benar. Ini penting agar posisi badan tidak membentur kemudi dan dashbord saat terjadi kecelakaan.

6. Lakukan Peregangan Otot

Berkendara jarak jauh dan duduk terlalu lama harus diimbangi dengan peregangan otot. Ini dilakukan agar peredaran darah lancar dan pengendara tidak cepat lelah. Peregangan otot dapat dilakukan setiap 2-3 jam sekali ketika badan sudah terasa pegal atau kurang nyaman selama berkendara.

Artikel Asli