Kurangi Emisi, Bridgestone Targetkan 50 Persen Gunakan Energi Terbarukan

Otomotif | inewsid | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 13:07
Kurangi Emisi, Bridgestone Targetkan 50 Persen Gunakan Energi Terbarukan

JAKARTA, iNews.id - Produsen ban Jepang, Bridgestone mencatat telah mengurangi emisi CO2 sebesar 31 persen dan penggunaan energi (listrik) terbarukan sebesar 11 persen dari total konsumsi energi grup secara global pada 2020. Mereka menargetkan 50 persen daya listriknya akan bersumber dari energi terbarukan pada 2023.

Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang berubah-ubah, kami mengambil tantangan menciptakan nilai bagi masyarakat, pelanggan dan Bridgestone. Grup akan melakukan berbagai kegiatan yang berkontribusi bagi masyarakat di luar domain bisnis untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan nilai bersama lebih lanjut, ujar Global CEO dan Representative Executive Officer, Shu Ishibashi dalam keterangan persnya, Rabu (7/7/2021).

Dia menuturkan, ini adalah peran dan tanggung jawab grup untuk memenuhi tanggung jawab masa depan, seperti berkontribusi pada pencapaian SDGs dengan misi Serving Society with Super Quality.

"Kami ingin mengundang semua pemangku kepentingan untuk bergabung dalam perjalanan keberlanjutan kami dan percaya laporan ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan transparansi dan akuntabilitas," kata Shu Ishibashi.

Dalam pembaruan Milestone 2030, Bridgestone mengumumkan tujuannya mencapai netralitas karbon dalam visi lingkungan jangka panjang pada 2050 dan seterusnya. Ini bersamaan dengan target mengurangi emisi CO2 absolut sebesar 50 persen pada 2030 dibandingkan dengan level emisi pada 2011.

Keberhasilan grup dalam mengurangi emisi CO2 sebesar 31 persen pada 2020 dibandingkan pada 2011 dan penggunaan energi terbarukan sekitar 11 persen dari konsumsi energi global.

Bridgestone juga telah menetapkan sasaran mendapatkan lebih dari 50 persen dayanya dari energi terbarukan pada 2023 dan menyatakan komitmennya terhadap peningkatan penggunaan energi terbarukan di masa mendatang.

Artikel Asli