Jangan Sembarang Menderek Mobil Bertransmisi Matik, Akibatnya Fatal

Otomotif | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 09:00
Jangan Sembarang Menderek Mobil Bertransmisi Matik, Akibatnya Fatal

LIMAPAGI - Hampir semua pengemudi setuju, mengendarai mobil bertransmisi matik jauh lebih nyaman ketimbang manual. Namun ternyata, kenyamanan tersebut bakal hilang jika mobil matik mogok di jalan.

Alhasil, mobil tersebut harus diderek menuju bengkel terdekat. Namun, apakah menderek mobil bertransmisi matik diperbolehkan?

Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000 menjelaskan, ada mitos yang menyebut menderek mobil bertransmisi matik dapat merusak beberapa komponen. Terutama dibagian transmisi.

"Sebenarnya, mobil matik memang tidak boleh diderek dengan kecepatan lebih dari 20 km/jam, karena dapat merusak sistem mekanis matiknya," katanya melalui siaran tertulis kepada Limapagi, Rabu, 7 Juli 2021.

Nur menambahkan, sistem mekanis pada mobil matik jauh lebih kompleks ketimbang transmisi manual. Artinya, jika dipaksa untuk diderek, berisiko merusak sistem transmisinya.

"Ada dua jenis mobil matik, yakni penggerak roda belakang dan penggerak depan. Saat menderek mobil, sebaiknya ban dengan fungsi penggerak jangan menyentuh tanah. Lebih aman menggunakan jasa towing car ketimbang derek," katanya.

Sedangkan untuk mobil bertransmisi manual, itu tidak ada masalah jika harus diderek. Kendati demikian, tetap harus diperhatikan prosedurnya, jangan asal menderek.

Artikel Asli