Loading...
Loading…
Thiem Akui Sulit Rebut Gelar Grand Slam di Era Tiga Besar

Thiem Akui Sulit Rebut Gelar Grand Slam di Era Tiga Besar

Olahraga | sindonews | Senin, 03 Februari 2020 - 19:08

MELBOURNE - Petenis Austria Dominic Thiem kalah dari Rafael Nadal di dua final Prancis Terbuka di Roland Garros. Pada Minggu (2/2/2020), dia dikalahkan Novak Djokovic dalam lima set dengan trofi Australia Terbuka 2020 dipertaruhkan. Petenis 26 tahun itu masih semangat memburu gelar Grand Slam pertama di era Tiga Besar (Djokovic-Rafael Nadal-Roger Federer), era dimana mereka membawa permainan tenis ke level baru yang lengkap.

Thiem memberi perlawanan sengit melawan Djokovic pada final Australia Terbuka 2020 di Rod Laver Arena. Kalah 4-6 di set pertama, Thiem membalas di set kedua dan ketiga 6-4, 6-2. Namun di dua set berikutnya Tiem menyerah 3-6 dan 4-6 dalam durasi tiga jam, 59 menit.

"Orang-orang itu (Djokovic-Nadal-Federer) membawa tenis ke level baru yang lengkap. Mereka juga membawa saya ke tingkat yang jauh lebih baik," kata Thiem dilansir atptour.com.

"Pasti lebih mudah di era yang berbeda untuk memenangkan gelar besar, itu 100%. Tapi, saya senang bisa bersaing dengan orang-orang seperti mereka di level terbaik. Saya juga berharap bahwa saya memenangkan Grand Slam pertama saya ketika mereka masih ada, karena itu punya nilai lebih."

Baca Juga :
Thiem dan Zverev Saling Puji Usai Berlaga di Final US Open

"Ini hal yang unik dalam sejarah olahraga bahwa tiga pemain terbaik sejauh ini bermain di era yang sama. Itulah yang membuat sangat, sangat sulit bagi pemain lain untuk menerobos," kata Thiem tentang Tiga Besar.

"Sebagai pemain yang berbeda dari mereka, Anda harus mengalahkan setidaknya dua dari mereka untuk memenangkan gelar besar. Hampir semua pemain gagal melakukannya. Itulah yang membuatnya sangat sulit."

Djokovic meraih gelar grand slam ke-17 dan trofi Australia Terbuka 2020 kedelapan seusai membungkam Thiem. Djokovic telah mengklaim gelar setiap kali dia mencapai semifinal Australia Terbuka, dan dia mempertahankan rekor itu, dan semakin mendekati rekor raihan trofi grand slam Roger Federer (20) dan Rafael Nadal (19).

Djokovic menjadi orang kedua dalam sejarah setelah Ken Rosewall memenangkan trofi Grand Slam dalam tiga dekade. Petenis berusia 32 tahun itu juga bergabung dengan Nadal-Federer sebagai petenis yang memenangkan delapan trofi di satu turnamen mayor. Nadal meraih 12 trofi Prancis Terbuka, sedangkan Federer mengangkat delapan trofi Wimbledon.

Moving closer ??#AO2020 | #AusOpen pic.twitter.com/xXITx3npUk #AusOpen (@AustralianOpen) February 2, 2020

Baca Juga :
Thiem Berambisi Raih Gelar Grand Slam di Era Federer, Nadal, dan Djokovic

Melawan Thiem, Djokovic sempat merasa frustrasi, terutama setelah menerima dua pelanggaran waktu dalam hal poin di set kedua dan dia juga meminta pelatih di set ketiga. Tapi, dia menemukan jawaban yang tepat terhadap lawan yang telah mengalahkannya dalam empat dari lima pertemuan sebelumnya.

Thiem gagal meraih gelar grand slam perdananya, kalah di final besar ketiga. Petenis Austria berusia 26 tahun itu telah membuktikan dirinya sebagai 'bahaya nyata' bagi tiga petenis papan atas (Federer, Nadal, Djokovic) yang telah mendominasi permainan putra. Tapi, dia masih harus menunggu juara tunggal pertama sejak 2014.

Original Source

Topik Menarik