Loading...
Loading…
Gaji 12 Persen di Persebaya Itu, Setara Klub Divisi 5 Liga Swedia

Gaji 12 Persen di Persebaya Itu, Setara Klub Divisi 5 Liga Swedia

Olahraga | jawapos | Senin, 07 Desember 2020 - 11:59

JawaPos.com David da Silva resmi meninggalkan Persebaya Surabaya. Pemain asal Brasil itu memilih pergi karena tidak kunjung ada kepastian kompetisi. Langkah da Silva bisa diikuti tiga pemain asing lainnya.

Saat ini Persebaya masih memiliki Makan Konate, Mahmoud Eid, dan Aryn Williams. Tiga pemain itu juga berpeluang hengkang. Sebab, mereka juga diminati tim luar negeri. Konate dikabarkan mendapat tawaran dari tim asal Malaysia, Terengganu FC.

Lalu, bagaimana dengan Mahmoud dan Aryn? Mahmoud bahkan mengaku sudah mendapat tawaran dari lima klub sekaligus. Ada dua tawaran dari klub Asia (Tenggara), lalu tiga tawaran lainnya datang dari klub di kawasan Timur Tengah, kata Mahmoud saat dihubungi Jawa Pos.

Mahmoud sudah melakukan komunikasi dengan tim tersebut. Saya tidak pernah menutup pintu untuk tawaran yang datang, tambahnya.

Sementara itu, Aryn juga mengaku sudah dihubungi klub lain. Ada klub yang memberikan tawaran kepada saya. Tapi, lebih baik saya tidak bilang tim mana yang menghubungi saya, terang Aryn saat dihubungi Jawa Pos.

Dengan demikian, tiga pemain asing Persebaya saat ini sudah memiliki klub yang siap memakai jasa mereka.

Kini keputusan ada pada ketiga pemain. Apakah tetap bertahan atau memilih hengkang. Namun, kans untuk bertahan memang sangat tipis. Besaran gaji 12 persen jelas menjadi penyebab utama. Aryn tidak menampik hal tersebut.

Itu (gaji 12 persen, Red) jadi alasan yang bagus bagi pemain untuk hengkang, tegas mantan pemain Perth Glory tersebut. Apalagi, jika ada tawaran dari klub lain yang kompetisinya jalan dengan gaji yang lebih besar.

Mahmoud senada dengan Aryn. Pemain berpaspor Palestina itu bahkan kaget saat tahu gajinya tinggal 12 persen. Jelas gaji 12 persen itu sangat buruk bagi pemain. Itu (gaji 12 persen) sama saja dengan gaji yang diterima pemain divisi lima Liga Swedia, tegas mantan pemain Kalmar FF tersebut.

Lantas, apakah Mahmoud ingin meninggalkan Persebaya? Saya menunggu tawaran dari Persebaya ke depan seperti apa. Setelah itu, saya baru bisa ambil keputusan, kata Mahmoud.

Jika ketiga pemain asing menerima tawaran klub lain, artinya Persebaya tanpa pemain asing tahun depan. Pelatih Persebaya Aji Santoso tahu adanya risiko tersebut.

Sebenarnya, pelatih 50 tahun itu ingin mempertahankan tiga pemain asing yang tersisa. Tapi, saya nggak bisa berbuat banyak. Karena kondisi sepak bola Indonesia masih belum jelas. Saya juga nggak bisa menyalahkan pemain asing kalau memilih keluar dari Persebaya, kata pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang.

Aji siap jika tahun depan Persebaya tanpa pemain asing. Sebab, dia memaklumi kompetisi masih belum jelas. Sementara pemain asing maupun lokal butuh kepastian kapan bisa bermain, jelas mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Karena itu, Aji sama sekali tidak bisa memaksa ketiga pemain asing untuk bertahan di Persebaya. Kalau pemain mau keluar, saya kira itu wajar. Karena kondisi saat ini menang sangat berat, kata Aji.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{