Profil Aleix Espargaro, Pembalap MotoGP yang Dijuluki Pak RT
PROFIL Aleix Espargaro, pembalap MotoGP yang dijuluki Pak RT, kembali menarik perhatian penggemar di Indonesia menjelang MotoGP Mandalika 2026. Pembalap asal Spanyol itu sudah tiba di Lombok dan menyapa penggemar lewat Instagram dengan tulisan “Pak RT sudah datang!”.
Kehadirannya di Sirkuit Mandalika pekan ini juga menandai kembalinya Espargaro ke lintasan balap. Lantas, seperti apa sosok di balik julukan unik tersebut? Simak profilnya berikut ini.
1. Profil Aleix Espargaro
Aleix Espargaro merupakan pembalap asal Spanyol yang lahir di Granollers pada 30 Juli 1989. Pembalap bernama lengkap Aleix Espargaro Villa ini memiliki tinggi badan 180 cm dengan berat 66 kg.
Espargaro merupakan anak dari pasangan Genis Espargaro dan Ana Villa. Dalam kehidupan pribadinya, Espargaro menikah dengan Laura Montero dan telah memiliki dua anak, yakni Max dan Mia.
Di luar lintasan, Aleix dikenal gemar bersepeda. Hobi ini terlihat dari unggahan di media sosialnya, tempat ia rutin membagikan kegiatannya saat bersepeda.
2. Perjalanan Karier Aleix Espargaro
Karier Espargaro di balap Grand Prix bermula dari kelas 125cc. Berdasarkan biografi di laman resmi MotoGP, ia tercatat sebagai pembalap termuda yang menjuarai Kejuaraan Nasional Spanyol kelas 125cc pada 2004 dan mulai tampil di Kejuaraan Dunia pada 2005.
Setelah meraih podium pertama di Moto2 pada 2011, Espargaro naik ke MotoGP pada 2012 dan langsung berhasil merebut gelar juara kategori CRT. Kesuksesan tersebut juga berhasil ia raih kembali pada tahun 2013 sebagai pembalap terbaik dalam kelas Open.
Pada 2015, Espargaro bergabung dengan tim pabrikan Suzuki. Ia konsisten mengumpulkan poin sepanjang musim dan meraih pole position di GP Catalunya.
Dua tahun kemudian, Espargaro pindah ke Aprilia Racing Team Gresini dan langsung finis enam besar di Qatar dan Aragon. Tahun-tahun berikutnya merupakan tahun yang tidak mudah bagi Espargaro.
Musim 2018 nya diwarnai oleh sejumlah kesulitan, pada 2019 ia hanya berhasil finis ketujuh dengan RS-GP yang kurang kompetitif, dan pada 2020 ia berada di peringkat ke-17 klasemen meski rutin bersaing di 10 besar.
Titik balik Espargaro datang pada tahun 2021 ketika kemampuan RS-GP meningkat pesat dan membawa Aprilia meraih podium perdananya di Silverstone. Setahun kemudian, Espargaro untuk kali pertama dalam kariernya ikut bertarung memperebutkan gelar juara dunia.
Musim itu dibuka dengan kemenangan perdananya di Grand Prix dan disusul lima podium lain, meski di putaran terakhir ia tersingkir dari perebutan gelar dan gagal masuk tiga besar klasemen.
Musim 2024 jadi penutup karier Espargaro sebagai pembalap profesional, dan ia menjalaninya tetap bersama Aprilia. Pensiunnya diumumkan pada akhir pekan GP Catalunya.
Sepanjang kariernya di Grand Prix, Espargaro mencatatkan tiga kemenangan, 12 podium, dan tujuh pole position. Meski begitu, pembalap yang dijuluki Pak RT ini tidak sepenuhnya meninggalkan paddock.
Espargaro bergabung dengan HRC sebagai pembalap penguji dan tampil sebagai wildcard di GP Spanyol dan menjadi kemunculan pertamanya di paddock MotoGP sejak GP Solidaritas pada akhir musim 2024.
Kini, Espargaro kembali ke lintasan pada seri MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika. HRC mengonfirmasi ia akan menggantikan Joan Mir yang masih menjalani pemulihan.
Ini menjadi akhir pekan balap pertamanya sejak GP Valencia 2025. Setelah 14 musim sebagai pembalap penuh waktu, ia kini berperan sebagai Development Rider Honda HRC dan cedera di awal musim sempat membatasi waktunya mengendarai motor Honda. Targetnya di Mandalika adalah kembali menyesuaikan diri dengan RC213V sebelum fokus lagi pada tugas pengembangan di balik layar.









