Jadwal Semifinal BWF World Championships 2026: Amri/Nita Jadi Harapan Indonesia
Salah satu hal yang kerap membingungkan investor adalah ketika harga saham suatu perusahaan justru mengalami penurunan meskipun perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba. Laba perusahaan memang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja emiten. Namun, kenaikan laba tidak selalu berarti harga saham akan langsung ikut meningkat. Investor perlu memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham agar tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi.
MotionTrade telah merangkum 3 (tiga) faktor yang perlu diperhatikan investor untuk memahami mengapa harga saham dapat turun meskipun laba perusahaan meningkat, yaitu:
1. Kondisi Ekonomi dan Industri Turut Memengaruhi
Live RCTI! Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Lawan Vietnam Jadi Penentu
Pergerakan saham dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dan prospek industri tempat perusahaan beroperasi. Perubahan suku bunga, nilai tukar, harga komoditas, kebijakan pemerintah, hingga kondisi ekonomi global dapat memengaruhi sentimen investor. Akibatnya, saham perusahaan yang memiliki fundamental cukup baik tetap dapat mengalami tekanan apabila sektor atau pasar secara keseluruhan sedang menghadapi sentimen negatif. Baca Juga: Tips MotionTrade: Memahami Pergerakan BI Rate untuk Strategi Investasi Reksa Dana
2. Sentimen Investor Dapat Mendorong VolatilitasDalam jangka pendek, sentimen pasar dapat memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan harga saham. Berita mengenai kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, aksi korporasi, maupun perkembangan industri dapat memengaruhi keputusan investor untuk membeli atau menjual saham. Ketika tekanan jual lebih besar dibandingkan permintaan beli, harga saham dapat mengalami penurunan meskipun fundamental perusahaan masih tergolong baik.
3. Perhatikan Valuasi, Bukan Hanya Pertumbuhan Laba
Ketika harga saham turun meskipun laba perusahaan meningkat, investor sebaiknya tidak langsung mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek. Kenaikan laba juga perlu dilihat bersama dengan valuasi saham. Investor dapat menggunakan sejumlah indikator valuasi, seperti Price to Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) sebagai bagian dari analisis.
Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan bahwa investor perlu melihat kinerja perusahaan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu indikator keuangan karena perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor.“Investor perlu memahami bahwa pergerakan harga saham tidak hanya mencerminkan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga ekspektasi pasar terhadap prospek perusahaan ke depan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk melakukan analisis secara menyeluruh dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Luqman. Baca Juga:Tips MotionTrade: Kenali Istilah In The Money, At The Money dan Out of The Money di Waran Terstruktur
Gunakan aplikasi MotionTrade untuk mengakses informasi dan melakukan transaksi saham secara lebih mudah sehingga dapat mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan investasi secara lebih bijak sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Nikmati layanan investasi pasar modal dari #MNCSekuritas dengan segera unduh aplikasi MotionTrade dan jelajahi seamless experience. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple AppStore dengan link unduh onelink.to/motiontrade. MNC Sekuritas, Invest with The Best!










