LALIGA Ungkap Masa Depan Sepak Bola: AI Bakal Ubah Klub, Stadion hingga Pengalaman Penggemar

LALIGA Ungkap Masa Depan Sepak Bola: AI Bakal Ubah Klub, Stadion hingga Pengalaman Penggemar

Olahraga | inews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 11:06
share

MADRID, iNews.id – LALIGA mengungkap kecerdasan buatan (AI) bakal mengubah wajah sepak bola secara besar-besaran dalam satu dekade mendatang. Proyeksi itu dituangkan dalam Tech Powerhouse 2026 yang dirilis pada Rabu (29/7/2026).

Laporan tahunan tersebut mengulas perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan inovasi dalam industri sepak bola. LALIGA menyusunnya bersama 380AMK, perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang strategi dan inovasi olahraga.

Penyusunan Tech Powerhouse 2026 melibatkan analisis terhadap lebih dari 50 laporan industri dan ekonomi. Tim penyusun juga melakukan wawancara mendalam dengan 22 pakar serta membandingkan penerapan teknologi di liga-liga utama Eropa.

Berbagai studi kasus, riset terapan, serta kontribusi pakar nasional dan internasional turut menjadi landasan laporan tersebut. Kajian ini tidak hanya memetakan teknologi yang diprediksi mengubah sepak bola dalam 10 tahun ke depan, tetapi juga kemampuan yang harus dibangun organisasi untuk mengadopsinya.

Kemajuan tersebut diperkirakan melahirkan berbagai profesi hibrida yang memadukan keahlian olahraga dan teknologi. Perubahan itu akan memengaruhi tata kelola organisasi, pengambilan keputusan, perlindungan konten, hingga penelitian ilmiah.


Agentic AI hingga Stadion Pintar Ubah Sepak Bola

Salah satu tren utama dalam Tech Powerhouse 2026 adalah agentic AI. Teknologi ini menggunakan agen kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi berbagai proses kompleks di dalam organisasi sekaligus meningkatkan nilai kompetisi dan klub.

Laporan tersebut turut menyoroti pentingnya kedaulatan teknologi dan kendali atas data. LALIGA sudah menjadikan dua bidang tersebut sebagai fokus selama satu dekade terakhir, bahkan membentuk departemen khusus untuk menangani kepatuhan.

Digital twin juga diproyeksikan memiliki peran besar dalam perkembangan sepak bola. Teknologi kembaran digital itu memungkinkan klub menyimulasikan optimalisasi performa atlet, mengelola kapasitas stadion, serta meningkatkan pengalaman penggemar.

Perkembangan stadion pintar menjadi bagian lain yang dibahas dalam laporan. Stadion tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan, tetapi berkembang menjadi lingkungan cerdas yang memanfaatkan data dan teknologi terintegrasi.

LALIGA juga melihat hiperpersonalisasi semakin penting dalam hubungan klub dengan penggemar. Pemanfaatan AI memungkinkan konten dan layanan disesuaikan secara spesifik berdasarkan data setiap pengguna.

Presiden LALIGA Javier Tebas menilai teknologi, terutama AI, sudah menjadi kemampuan strategis untuk membantu pertumbuhan organisasi serta memberikan nilai lebih bagi klub dan penggemar.

“Teknologi, khususnya AI, telah menjadi kapabilitas strategis untuk mendorong pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi klub dan penggemar. Setelah lebih dari satu dekade LALIGA berkomitmen terhadap teknologi, kami ingin berkontribusi terhadap perkembangan industri dengan membagikan pandangan objektif mengenai perubahan besar yang akan membentuk masa depan olahraga ini,” ujar Javier Tebas.

“Hal tersebut dimungkinkan berkat posisi istimewa yang kami miliki sebagai salah satu pelaku utama dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kami dapat berkolaborasi dengan para pakar terkemuka dan menghimpun pengetahuan bernilai tinggi yang kini dapat kami bagikan,” tuturnya.


Rahasia Model Teknologi LALIGA di Eropa

Peluncuran Tech Powerhouse 2026 melanjutkan investasi dan transformasi teknologi yang dijalankan LALIGA selama lebih dari satu dekade. Dalam periode tersebut, organisasi itu mengembangkan solusi secara mandiri, mendorong pertukaran data antarklub, membangun ekosistem riset terapan, serta memasukkan AI ke dalam proses internal.

Model teknologi LALIGA memiliki empat elemen pembeda dibandingkan liga-liga utama Eropa lainnya. Elemen pertama adalah pengembangan teknologi secara mandiri yang kemudian dikomersialkan melalui Sportian, perusahaan patungan LALIGA dengan Globant.

Sportian Performance dan Calendar Selector menjadi dua solusi yang lahir dari ekosistem tersebut. Langkah ini menempatkan LALIGA bukan hanya sebagai pengguna, melainkan juga pencipta dan penyedia teknologi untuk organisasi olahraga lainnya.

Elemen kedua ialah demokratisasi teknologi. LALIGA memberikan akses data, teknologi, dan pelatihan tingkat lanjut kepada seluruh 42 klub profesional yang berada di bawah naungannya.

Elemen ketiga berkaitan dengan ekosistem penelitian yang dibangun melalui Departemen Football Intelligence. Departemen tersebut berfokus meningkatkan performa olahraga dengan menggandeng institusi akademik serta menerbitkan publikasi ilmiah.

Jurnal ilmiah Cuadernos de Psicología del Deporte menobatkan LALIGA sebagai ekosistem riset olahraga terbaik di Eropa. Pengakuan tersebut memperkuat posisi penelitian sebagai salah satu pilar dalam model teknologi kompetisi Spanyol itu.

Elemen terakhir adalah transformasi organisasi berbasis AI. LALIGA mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam proses pengambilan keputusan dan otomatisasi kegiatan bisnis.

Seluruh karyawan LALIGA atau 100 persen sudah memperoleh pelatihan mengenai berbagai aspek AI. Materinya mencakup penggunaan perangkat berbasis kecerdasan buatan hingga pemahaman terhadap regulasi baru Uni Eropa mengenai teknologi tersebut.

Perjalanan panjang itu membawa LALIGA bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta teknologi. Organisasi tersebut juga mengubah data menjadi pengetahuan serta memperluas solusi yang awalnya dikembangkan untuk kebutuhan internal agar dapat digunakan organisasi olahraga lain.

Tech Powerhouse 2026 menjadi edisi pertama dari publikasi yang akan diterbitkan setiap tahun. Laporan tersebut diharapkan berkembang menjadi platform utama untuk menganalisis kemajuan teknologi dalam industri olahraga.

Topik Menarik