10 Fakta Menarik Spanyol Juara Piala Dunia 2026

10 Fakta Menarik Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Olahraga | sindonews | Senin, 20 Juli 2026 - 05:45
share

Spanyol sukses menahbiskan diri sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina 1-0 lewat babak tambahan pada final di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) WIB. Gol tunggal Ferran Torres memastikan La Furia Roja mengangkat trofi dunia kedua sepanjang sejarah.

Di balik kemenangan tersebut, tersimpan sederet catatan luar biasa. Berdasarkan data Opta, Spanyol bukan hanya menjadi juara, tetapi juga memecahkan sejumlah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya di Piala Dunia.

Baca Juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Berikut 10 fakta menarik di balik keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

1. Juara Dunia dengan Pertahanan Terbaik Sepanjang Sejarah

Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang delapan pertandingan di Piala Dunia 2026. Itu menjadi jumlah kebobolan paling sedikit yang pernah dicatatkan tim juara dunia dalam sejarah turnamen.

2. Gelar Piala Dunia Kedua untuk La RojaKeberhasilan mengalahkan Argentina membuat Spanyol mengoleksi dua gelar Piala Dunia, setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Spanyol kini menjadi negara ketujuh yang berhasil meraih sedikitnya dua trofi Piala Dunia, mengikuti jejak Brasil, Jerman, Italia, Argentina, Uruguay, dan Prancis.

3. Ferran Torres Samai Rekor Mario Gotze

Gol Ferran Torres pada menit ke-106 membuatnya menjadi pemain pengganti kedua dalam sejarah yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia.

Sebelumnya, catatan serupa hanya dimiliki Mario Gotze yang mencetak gol kemenangan Jerman atas Argentina pada final Piala Dunia 2014.

4. Gol Extra Time yang Punya Nilai Sejarah

Gol Ferran juga menjadi gol kedua Spanyol yang lahir pada babak tambahan dalam sejarah Piala Dunia.Gol pertama terjadi pada final 2010 ketika Andres Iniesta membobol gawang Belanda untuk membawa Spanyol meraih gelar dunia pertama.

5. Argentina Tak Melepas Satu Pun Tembakan

Salah satu statistik paling mencolok di final adalah kegagalan Argentina melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal.

Menurut Opta, Argentina menjadi tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang gagal mencatatkan satu percobaan tembakan sepanjang waktu normal pertandingan.

6. Messi dan Kawan-kawan Dibuat Tak Berkutik

Bukan hanya tanpa tembakan, Argentina juga hanya menguasai bola 34 persen, menjadi penguasaan bola terendah mereka dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak data Opta mulai dihimpun pada 1966.

Ironisnya, pemain Argentina yang paling sering menyentuh bola justru sang kiper, Emiliano Martinez, karena terus-menerus menghadapi tekanan Spanyol.7. Masuk Daftar Pertandingan Langka Sepanjang Sejarah

Dalam lebih dari 900 pertandingan Piala Dunia sejak 1966, hanya ada tiga tim yang gagal melepaskan satu pun tembakan sepanjang waktu normal.

Dua di antaranya adalah Kosta Rika saat menghadapi Brasil (1990) dan Spanyol (2022). Kini Argentina menjadi tim ketiga yang mengalami nasib serupa setelah dibungkam Spanyol di final 2026.

8. Dominasi Total La Roja di Final

Spanyol benar-benar mengendalikan pertandingan. Tim asuhan Luis de la Fuente mencatat sekitar 68 persen penguasaan bola dan melepaskan 20 tembakan, 11 di antaranya tepat sasaran.

Sebaliknya, Argentina lebih banyak bertahan dan bergantung pada penyelamatan gemilang Emiliano Martinez agar tidak kalah dengan selisih lebih besar.9. Argentina Kembali Gagal di Final

Kekalahan ini menjadi kali keempat Argentina finis sebagai runner-up Piala Dunia, setelah sebelumnya terjadi pada 1930, 1990, dan 2014.

Jumlah tersebut menyamai rekor Jerman sebagai negara yang paling sering menjadi finalis yang gagal menjadi juara.

10. Rekor Tak Terkalahkan Ditutup dengan Trofi Dunia

Spanyol menutup Piala Dunia 2026 dengan performa nyaris sempurna. Setelah sempat ditahan Cape Verde pada laga pembuka, La Roja tidak terkalahkan hingga final dan mengakhiri turnamen sebagai tim dengan pertahanan terbaik sekaligus juara dunia.

Keberhasilan ini menegaskan filosofi permainan Luis de la Fuente yang menggabungkan penguasaan bola, disiplin bertahan, dan efektivitas serangan, sekaligus mengukuhkan Spanyol sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia saat ini.

Topik Menarik