Borneo FC Samai Poin Persib, Bojan Hodak Ungkap Faktor Penentu Juara
BANDUNG, iNews.id – Bojan Hodak mengakui Borneo FC sebagai tim berkualitas tinggi dalam persaingan gelar juara Super League. Namun dia menilai faktor keberuntungan tidak berpihak kepada Skuad Pesut Etam pada musim ini.
Pelatih Persib Bandung itu menegaskan persaingan perebutan titel berjalan sangat ketat hingga pekan terakhir. Persib akhirnya mengunci gelar juara dengan koleksi 79 poin, sama seperti Borneo FC di posisi kedua, namun keunggulan head to head membuat Maung Bandung berada di puncak klasemen.
Menurut Bojan Hodak, kualitas permainan Borneo FC membuat Persib tidak pernah berada dalam posisi nyaman sepanjang musim. Dia menilai kekuatan skuad lawan sebanding dengan Persib, hanya hasil akhir tidak berpihak kepada tim asal Samarinda tersebut.
"Tidak beruntung, mereka tidak punya keberuntungan. Mereka tim bagus tapi tidak beruntung," kata Bojan Hodak di Bandung, kemarin.
Veda Ega Pratama Targetkan Podium di Moto3 Spanyol 2026: Siap Bangkit Usai Kegagalan di Austin!
Keunggulan Persib atas Borneo FC tidak hanya ditentukan konsistensi, tetapi juga detail kecil dalam kompetisi panjang. Marc Klok dan kolega mampu memaksimalkan momen krusial, terutama dalam pertemuan langsung, sehingga unggul dalam perhitungan head to head.
Persaingan Liga Dinilai Semakin Sulit
Bojan Hodak menilai tingkat kesulitan kompetisi meningkat signifikan pada musim ini. Setiap tim memiliki kedalaman skuad lebih merata, terutama setelah regulasi tujuh pemain asing diterapkan di seluruh peserta liga.
"Lihat, musim ini jauh lebih sulit karena setiap tim punya tujuh pemain asing. Di setiap tim ada lima atau enam pemain lokal bagus, jadi sangat sulit untuk menang," tambahnya.
Dia juga menyebut persaingan gelar tidak hanya melibatkan Borneo FC. Persija sempat berada dalam jalur perebutan titel, menandakan jarak kualitas antartim papan atas semakin tipis.
Bojan Hodak menikmati atmosfer kompetisi ketat tersebut. Dia menilai kondisi ini menjadi indikator positif bagi perkembangan sepak bola nasional, sekaligus menuntut konsistensi ekstra dari tim yang ingin menjadi juara.
"Saya pikir kualitas liga meningkat dibanding musim-musim sebelumnya. Jadi, jauh lebih sulit. Bisa dilihat ada tiga tim yang benar-benar lebih siap dibanding yang lain," katanya.
Pelatih asal Kroasia itu juga menyoroti raihan 79 poin Persib sebagai pencapaian langka. Dalam banyak musim sebelumnya, perolehan poin setinggi itu hampir selalu berujung gelar juara tanpa perdebatan.
"Saya rasa belum pernah ada tim dengan 79 poin tapi gagal juara. Kami lihat musim depan nanti," sambungnya.
Gelar ini mengukuhkan dominasi Persib sebagai juara tiga musim beruntun, yakni 2023-2024, 2024-2025, dan 2025-2026. Prestasi tersebut mempertegas status Persib sebagai tim paling konsisten di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.










