Persipura Dihukum Semusim Tanpa Penonton, Respons Manajemen Mutiara Hitam Jadi Sorotan

Persipura Dihukum Semusim Tanpa Penonton, Respons Manajemen Mutiara Hitam Jadi Sorotan

Olahraga | inews | Kamis, 21 Mei 2026 - 12:00
share

JAYAPURA, iNews.id - Persipura Jayapura mendapat hukuman berat setelah kerusuhan terjadi seusai laga playoff promosi Super League 2026-2027 melawan Adhyaksa FC. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh.

Sanksi tersebut diberikan setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada laga playoff promosi yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, pada 8 Mei 2026. Kericuhan pecah beberapa saat setelah pertandingan berakhir.

Selain larangan menghadirkan penonton, Persipura juga dikenai denda total sebesar Rp240 juta. Hukuman itu dijatuhkan akibat berbagai pelanggaran yang terjadi selama dan setelah pertandingan berlangsung.

Manajemen Persipura akhirnya buka suara terkait hukuman tersebut. Mereka mengaku memahami pentingnya disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI demi membangun sepak bola Indonesia yang lebih profesional.

“Namun demikian, kami juga percaya pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukan satu-satunya solusi jangka panjang,” tulis manajemen Persipura dalam pernyataan resminya.


Persipura Soroti Pentingnya Edukasi Suporter

Manajemen Persipura menilai sepak bola tanpa kehadiran suporter akan kehilangan sebagian semangat dan identitasnya. Mereka menegaskan atmosfer stadion menjadi bagian penting dalam dunia sepak bola.

“Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Persipura juga menilai edukasi dan sosialisasi kepada suporter harus menjadi fokus utama ke depan. Menurut mereka, pembinaan berkelanjutan dapat membantu membangun kesadaran untuk mendukung tim secara bertanggung jawab.

Manajemen klub menekankan budaya disiplin dalam sepak bola tidak bisa dibangun hanya lewat hukuman. Mereka mendorong adanya komunikasi, pembinaan, serta rasa tanggung jawab bersama antara klub dan suporter.

“Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,” sambung pernyataan tersebut.

Persipura Minta PSSI Ikut Aktif

Persipura berharap PSSI ikut terlibat aktif dalam pengawasan dan program edukasi suporter. Klub asal Papua itu mengusulkan adanya workshop, forum komunikasi, hingga pembinaan langsung kepada komunitas pendukung sepak bola.

Menurut Persipura, pendekatan kolaboratif menjadi langkah penting untuk membangun budaya sepak bola Indonesia yang lebih dewasa, aman, tertib, dan bertanggung jawab.

“Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan. Satu Hati, Satu Tujuan,” tutup pernyataan manajemen Persipura.

Topik Menarik