Persipura Dihukum Tanpa Penonton selama Satu Musim, Ini Respons Mutiara Hitam

Persipura Dihukum Tanpa Penonton selama Satu Musim, Ini Respons Mutiara Hitam

Olahraga | sindonews | Kamis, 21 Mei 2026 - 04:41
share

Persipura Jayapura menerima hukuman berat setelah terjadi kerusuhan seusai laga playoff promosi ke Super League 2026-2027. Tim berjuluk Mutiara Hitam dijatuhi sanksi larangan kehadiran penonton selama semusim.

Sanksi tersebut diberikan setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada pertandingan playoff promosi Super League, 8 Mei 2026 lalu. Kericuhan terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, beberapa saat setelah laga berakhir.

Baca Juga: Profil Adhyaksa FC, Klub Kejaksaan yang Jegal Persipura Promosi

Kekalahan yang memicu kekecewaan suporter Persipura. Sejumlah pendukung masuk ke dalam lapangan dan melakukan perusakan fasilitas stadion.

Tidak hanya itu, aksi anarkis juga terjadi di area luar stadion. Beberapa kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi pertandingan dilaporkan ikut dibakar massa.Atas insiden tersebut, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman tegas kepada Persipura Jayapura. Klub asal Papua itu dilarang menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton sepanjang musim 2026-2027.

Selain sanksi larangan penonton, Persipura juga dikenai denda dengan total mencapai Rp240 juta. Hukuman itu diberikan berdasarkan berbagai pelanggaran yang terjadi selama dan setelah pertandingan berlangsung.

Rincian denda mencakup pelemparan smoke bomb, flare, dan petasan sebesar Rp125 juta. Kemudian invasi suporter ke lapangan dikenai sanksi Rp50 juta dan pelemparan botol air minum ke arah lapangan sebesar Rp15 juta.

Komdis PSSI juga memberikan tambahan sanksi administratif lainnya. Persipura diwajibkan membayar denda Rp30 juta, sementara panitia pelaksana pertandingan mendapat hukuman Rp20 juta karena dinilai gagal menjaga keamanan dan ketertiban.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi Komdis PSSI bernomor 246/L2/SK/KD-PSSI/V/2026. Komdis menilai pelanggaran yang dilakukan Persipura termasuk kategori berat berdasarkan Pasal 70 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025."Klub Persipura Jayapura melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 karena setelah pertandingan berakhir terjadi kerusuhan yaitu penonton memasuki area lapangan pertandingan dan merusak fasilitas stadion, mengejar perangkat pertandingan dan Tim Adhyaksa FC Banten, serta melakukan aksi anarkis di luar stadion," tulis keterangan resmi Komdis PSSI dalam surat bernomor 246/L2/SK/KD-PSSI/V/2026, Sabtu (16/5/2026).

Pernyataan Sikap Persipura

Pihak klub merasa bahwa hukuman tanpa penonton di laga kandang bukan sebuah solusi. Persipura menekankan edukasi dan solusi terkait ulah buruk suporter.

"Kami memahami bahwa disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepakbola Indonesia yang lebih baik dan profesional," bunyi pernyataan Persipura.

"Yang tidak kalah penting ke depannya adalah edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada para suporter, pendukung, serta penonton secara umum - membangun kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana mendukung tim secara bertanggung jawab, menghormati regulasi, menjaga ketertiban, serta saling menjaga satu sama lain selama pertandingan berlangsung. Budaya disiplin dalam sepakbola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama."

"Persipura percaya bahwa para pendukung memiliki kecintaan dan semangat yang besar terhadap klub ini. Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepakbola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin, yang benar-benar mencerminkan semangat sepakbola Indonesia."

Topik Menarik