Heboh Ruang VAR Kosong di Liga 2, I.League Beri Penjelasan Mengejutkan
BALIKPAPAN, iNews.id - I.League angkat bicara terkait viralnya tayangan ruang VAR kosong pada laga Persiba Balikpapan vs PSS Sleman di Stadion Batakan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/26.
Kontroversi itu muncul pada menit ke-50 saat pertandingan masih imbang 0-0. Momen tersebut terjadi ketika wasit memberikan keputusan penting setelah insiden di area pertahanan Persiba.
Pelanggaran bek Persiba terhadap Frederic Injai di dekat kotak penalti membuat wasit Naufal Adya Fairuski menunjuk pelanggaran dan memberikan tendangan bebas untuk PSS Sleman.
Wasit hanya mengeluarkan kartu kuning untuk Rical Vieri, keputusan yang langsung memicu protes keras dari pemain PSS. Mereka menilai pelanggaran tersebut layak berbuah kartu merah.
Situasi semakin memanas karena pemain PSS menganggap Rical sebagai pemain terakhir yang menggagalkan peluang berbahaya.
Wasit kemudian melakukan pengecekan VAR dari pinggir lapangan sebelum mengambil keputusan akhir.
Setelah berkonsultasi, wasit akhirnya mengeluarkan kartu merah langsung kepada Rical Vieri.
Namun, sorotan publik justru tertuju pada tayangan siaran langsung yang memperlihatkan ruang VAR tampak kosong saat proses pengecekan berlangsung.
Cuplikan tersebut langsung viral di media sosial dan memicu kritik dari publik karena dianggap tidak sesuai dengan prosedur penggunaan VAR.
I.League Klarifikasi Soal Tayangan VAR Kosong
Menanggapi polemik tersebut, I.League memberikan penjelasan resmi dan membantah adanya gangguan operasional pada sistem VAR.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan seluruh proses VAR di lapangan tetap berlangsung normal sesuai standar kompetisi.
"I.League memastikan bahwa seluruh proses VAR berjalan sesuai standar dan protokol yang berlaku. Tidak ada kendala dalam operasional pengambilan keputusan di lapangan," kata Ferry.
Ferry menjelaskan, masalah utama terletak pada sistem penayangan siaran langsung yang mengalami gangguan teknis.
Dia menyebut visual ruang VAR yang tersebar di publik tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya saat proses berlangsung.
“Terkait tayangan yang beredar, kami mengidentifikasi adanya system error pada sisi penayangan sehingga visual yang muncul tidak merepresentasikan kondisi real-time di ruang VAR," ujarnya.
Ferry juga menegaskan setiap keputusan wasit tetap melalui koordinasi penuh dengan tim VAR yang bertugas di ruang kontrol.
Sistem komunikasi dan alur kerja dipastikan berjalan sesuai regulasi yang sudah ditetapkan dalam kompetisi.
“I.League berkomitmen menjaga integritas kompetisi dan memastikan penggunaan teknologi VAR dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” katanya.
I.League juga mengimbau publik agar tidak menarik kesimpulan dari potongan video yang tidak menampilkan konteks utuh pertandingan.
Operator kompetisi meminta semua pihak merujuk pada informasi resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait penggunaan teknologi VAR di Liga Indonesia.










