Kejurnas ORADO 2026 Tuntas! Bangka Belitung B Sikat Senior, Sulsel Kuasai Junior

Kejurnas ORADO 2026 Tuntas! Bangka Belitung B Sikat Senior, Sulsel Kuasai Junior

Olahraga | inews | Senin, 27 April 2026 - 12:20
share

BOGOR, iNews.id - Kejurnas Turnamen ORADO 2026 sukses digelar dengan Bangka Belitung B keluar sebagai juara kategori senior dan Sulawesi Selatan meraih gelar kategori junior.

Turnamen Olahraga Domino Nasional tersebut berlangsung di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, Minggu (26/4/2026). Ajang ini memperlihatkan persaingan ketat dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada kategori senior, Bangka Belitung B tampil sebagai pemenang. Posisi kedua ditempati Jambi B, disusul Lampung B di peringkat ketiga, dan Jawa Barat A di posisi keempat.

Sementara itu di kategori junior, Sulawesi Selatan berhasil meraih gelar juara. Sumatera Selatan B finis di posisi kedua, Kalimantan Selatan di peringkat ketiga, dan Sumatera Selatan A berada di posisi keempat.

Pembinaan Dinilai Makin Merata

Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menilai kualitas permainan pada Kejurnas kali ini menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai daerah. Dia melihat kompetisi berjalan kompetitif di semua kategori.

“Dari keseluruhan rangkaian hingga partai final, kita melihat kualitas permainan yang semakin merata, baik di kategori senior maupun junior. Ini menjadi indikator bahwa pembinaan berjalan dengan baik dan menghasilkan atlet-atlet yang kompetitif,” ujar Yooky di Bogor, kemarin.

Setelah partai final, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan awarding. Penghargaan diberikan untuk sejumlah kategori, termasuk penyelenggara kejuaraan provinsi terbaik, penyelenggara kejuaraan cabang terbaik, serta kategori khusus best jersey.

Yooky menegaskan Kejurnas menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem olahraga domino nasional. Dia ingin olahraga ini semakin berkembang dan dikenal luas.

“Melalui Kejurnas ini, kita tidak hanya menentukan juara, tetapi juga membangun fondasi pembinaan yang berkelanjutan agar domino semakin berkembang sebagai olahraga prestasi,” katanya.

Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menyoroti pentingnya konsistensi sistem pertandingan. Dia memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan perencanaan awal.

"Konsistensi dalam pelaksanaan teknis menjadi kunci agar kompetisi berlangsung adil, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Giri.

Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, melihat ajang ini juga memperkuat kebersamaan antarprovinsi. Dia menilai domino memiliki potensi besar sebagai olahraga inklusif.

“Kejurnas ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun semangat kebersamaan antarprovinsi. Domino hadir sebagai olahraga strategi yang inklusif, yang bisa dinikmati berbagai kalangan dan terus berkembang di Indonesia,” kata dia.

Selain pertandingan utama, panitia juga menggelar laga eksebisi yang diikuti tim yang belum lolos ke babak perdelapan final. Kegiatan ini menambah daya tarik turnamen.

Pertandingan eksebisi diikuti 18 peserta dari berbagai provinsi, termasuk Bali, Jakarta, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Papua, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, serta tim PB ORADO. Sistem undian menggunakan sembilan meja, dengan apresiasi diberikan kepada pemenang dan partisipan.

Topik Menarik