Ducati Terpuruk di Awal Musim 2026, Marquez dan Bagnaia Saling Beda Pandangan

Ducati Terpuruk di Awal Musim 2026, Marquez dan Bagnaia Saling Beda Pandangan

Olahraga | inews | Senin, 6 April 2026 - 06:00
share

AUSTIN, iNews.id – Ducati Lenovo gagal meraih satu pun podium di tiga seri awal MotoGP 2026 dan Marc Marquez serta Francesco Bagnaia memberikan penjelasan berbeda soal penyebabnya.

Hasil ini menjadi sorotan karena Ducati sebelumnya tampil dominan. Namun pada awal musim 2026, mereka justru kesulitan bersaing di balapan utama hari Minggu.

Meski sempat menunjukkan performa di sprint race, Ducati tidak mampu mempertahankan konsistensi saat balapan utama. Aprilia justru tampil lebih dominan, sementara Fabio Di Giannantonio dari VR46 mampu mengungguli duo pabrikan Ducati.

Francesco Bagnaia menyoroti masalah utama pada performa motor, terutama terkait degradasi ban belakang yang sangat cepat.

Masalah tersebut terlihat jelas dalam sprint race di Circuit of The Americas. Dia kehilangan keunggulan meski sempat memimpin dengan selisih 1,7 detik sebelum akhirnya disalip Jorge Martin di lap akhir.

“Di beberapa lap terakhir, saya kehilangan segalanya,” tuturnya, dikutip dari GP Blog.

“Bahkan saat pemanasan, saya merasa motor jauh lebih berat. Di lap-lap awal saya masih santai, tapi dalam delapan lap terakhir, penurunan ban sangat besar. Di dua lap terakhir, saya hampir terjatuh beberapa kali, ban belakang sudah habis,” jelasnya.

Dia juga mengaku kesulitan saat memasuki tikungan kanan. Kondisi tersebut membuat kontrol motor menjadi tidak stabil.

“Saya tidak bisa masuk ke tikungan kanan karena kehilangan bagian belakang. Dengan motor ini, kami harus berbelok menggunakan ban belakang, dan itu membuat ban cepat hancur,” tegasnya.


Marc Marquez Pilih Introspeksi

Berbeda dengan Bagnaia, Marc Marquez justru tidak menyalahkan motor Ducati. Dia memilih mengkritik performanya sendiri di lintasan.

“Itu saya, bukan motornya,” ujarnya.

Dia mengaku belum menemukan kenyamanan saat mengendarai GP26. Posisi berkendara yang belum natural membuatnya kesulitan tampil maksimal.

“Saya harus benar-benar memahami bagaimana meningkatkan performa di lap-lap awal. Saya tidak merasa nyaman di atas motor,” ungkapnya.

Marquez menilai dirinya masih mampu melaju cepat, tetapi belum bisa membuat perbedaan signifikan dibanding rival.

“Sepertinya saya mulai terbiasa dengan posisi yang tidak alami di motor, lalu hanya mengikuti ritme. Saya tetap cepat, tapi tidak bisa membuat perbedaan,” tuturnya.

Hasil buruk di tiga seri awal menjadi alarm bagi Ducati. Evaluasi besar dibutuhkan agar tim bisa kembali bersaing di papan atas MotoGP 2026.

Topik Menarik