Sajikan Duel Sengit Lawan Marc Marquez di Thailand, Pedro Acosta: Serasa Zaman Moto3

Sajikan Duel Sengit Lawan Marc Marquez di Thailand, Pedro Acosta: Serasa Zaman Moto3

Olahraga | okezone | Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:03
share

PEMBALAP Tim KTM Red Bull, Pedro Acosta sangat menikmati duel dengan Marc Marquez (Ducati Lenovo) di sprint race MotoGP Thailand 2026. Pasalnya ia merasa duelnya dengan Marquez begitu sengit, sampai mengingatkannya tentang duel ketika masih bersaing di Moto3.

Ya, Pedro Acosta sempat terlibat duel sengit dengan juara bertahan, Marc Marquez, di Sirkuit Buriram, Thailand. Bagi Acosta, pertarungan memperebutkan podium tertinggi ini bukan sekadar balapan biasa, melainkan duel terbaik dalam karier singkatnya di kelas utama.

“Saya menikmatinya seperti di masa Moto3 saya, ketika saya biasanya melakukan banyak overtaking. Saya sedang dalam momen yang sangat baik, menikmati setiap pertarungan, seperti hari ini dengan Jorge,” ujar Acosta, mengutip dari Crash, Sabtu (14/3/2026).

Pertarungan ini pecah secara tak terduga setelah pemimpin balapan, Marco Bezzecchi, terjatuh di awal lomba. Acosta yang menunggangi RC16 terus melancarkan serangan agresif di titik pengereman tikungan terakhir, namun berkali-kali pula Marquez mampu merebut kembali posisinya saat keluar tikungan.

Momentum bagi Acosta baru datang tiga lap menjelang bubaran, saat sebuah kesalahan kecil dari Marquez di area infield memberinya celah untuk memimpin jalannya balapan.

Marc Marquez vs Pedro Acosta di MotoGP Thailand 2026 (Foto: KTM Media/Polarity Photo/Rob Gray)

1. Kemenangan yang Tak Terduga

Intensitas meningkat saat Marquez berganti peran menjadi penyerang. Dalam upayanya melakukan manuver pengereman di tikungan pamungkas, terjadi kontak fisik yang membuat Acosta melebar.

Insiden ini berujung pada hukuman penalti turun satu posisi bagi pembalap bernomor #93 tersebut dari FIM Stewards. Namun, sebuah drama komunikasi terjadi karena Marquez baru melihat peringatan penalti di dasbor motornya tepat saat keluar dari tikungan terakhir di putaran final.

 

Tanpa waktu tersisa untuk merespons secara taktis, Marquez pun memutuskan untuk melambat dan membiarkan Acosta melewatinya di tikungan terakhir demi memenuhi hukuman tersebut. Meski finis dengan cara yang sedikit antiklimaks, kemenangan ini tetap terasa manis bagi Acosta yang musim depan dirumorkan akan menjadi rekan setim Marquez di Ducati.

2. Menikmati Agresivitas di Lintasan Balap

Alih-alih merasa kesal dengan gaya balap agresif seniornya, Pedro Acosta justru memuji aksi Marquez yang sempat menyenggolnya. Baginya, momen-momen penuh risiko seperti itulah yang membuat MotoGP dicintai oleh para penggemar di seluruh dunia.

Marc Marquez vs Pedro Acosta di Sprint Race MotoGP Thailand 2026 (Foto: MotoGP)

Acosta tampak sangat menikmati setiap detik pertarungan tersebut tanpa ada rasa dendam sedikit pun.

“Sangat menyenangkan. Ini adalah pertarungan terbaik saya sejauh ini di MotoGP. Tentu saja. Maksud saya, inilah yang membuat MotoGP begitu menarik. Anda akan selalu mengingat pertarungan dan momen seperti ini. Ini adalah balapan yang luar biasa bagi para penggemar,” pungkas Acosta.

Topik Menarik