Erick Thohir Tepis Tudingan Media Malaysia Soal Aduan ke FIFA: Maaf, Saya Kelasnya Nggak di Situ!

Erick Thohir Tepis Tudingan Media Malaysia Soal Aduan ke FIFA: Maaf, Saya Kelasnya Nggak di Situ!

Olahraga | sindonews | Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:17
share

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, dituding media Malaysia sebagai sosok di balik laporan skandal pemain naturalisasi Malaysia ke FIFA. Dia pun membantah keras tudingan tersebut.

“Tidak benar pastinya (tudingan media Malaysia),” tegas Erick kepada wartawan termasuk iNews Media Group di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Erick dituduh menjadi pengadu dalam skandal naturalisasi Malaysia yang berujung sanksi FIFA terhadap Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Isu tersebut dilemparkan oleh salah satu media Malaysia, MYNewsHub. Lewat unggahan di media sosialnya, mereka membuat artikel berjudul ‘Erick Thohir Dalang Utama Yang Membuat Aduan kepada FIFA’.

Ternyata, laporan skandal naturalisasi pemain Malaysia sebenarnya diadukan oleh pihak Vietnam. Namun media tersebut justru mengklaim kalau ada campur tangan Erick yang ikut mengadukan ke FIFA.

Mengenai hal itu, Erick kembali menegaskan bahwa dia dan juga Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun untuk ikut campur dalam urusan naturalisasi pemain Malaysia. Dia bahkan menegaskan bahwa mengurusi hal-hal semacam itu bukanlah levelnya."Tadi kan saya sudah bilang secara halus. Saya rasa, buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain, sedangkan kita membutuhkan kita bersaing antara negara Asia Tenggara ataupun tingkatannya kita dan negara-negara Asia," tutur Erick.

"Jadi, saya minta maaf, kelasnya nggak di situ gitu,” ujarnya.

Erick justru menyampaikan bahwa Indonesia saat ini terus mendorong agar persaingan dunia olahraga di Asia Tenggara itu bisa meningkat. Caranya dengan fokus meningkatkan perkembangan dan prestasi olahraga nasional, termasuk sepak bola, agar mampu bersaing dengan negara-negara di Eropa maupun Afrika.

"Justru kita mendorong, bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan eh di negara-negara tentu di Asia Tenggara dan Asia. Makanya kita sendiri bisa meningkatkan kualitas kita," kata dia.

"Karena kalau sepak bola kita tidak meningkat, ya tentu kita akan terus kalah dari Eropa ataupun Afrika. Nah ini yang kalau kita lihat contoh, kita lihat nanti apakah negara-negara Asia sendiri di pertandingan ke depan sendiri sudah membangun peran yang lebih besar," pungkasnya.

Topik Menarik