Saingi Argentina dan Maroko, Indonesia Serius Incar Piala Dunia Futsal 2028

Saingi Argentina dan Maroko, Indonesia Serius Incar Piala Dunia Futsal 2028

Olahraga | inews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 06:00
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar yakin Indonesia dipercaya FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 usai sukses besar menggelar Piala Asia Futsal 2026.

Kepercayaan diri itu muncul bukan tanpa alasan. Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung pada 27 Januari hingga 7 Februari 2026 di Indonesia Arena menyedot perhatian publik secara masif. Atmosfer tribun penuh dan performa impresif Timnas Futsal Indonesia hingga menembus final menjadi nilai jual kuat di mata FIFA.

Indonesia bukan hanya sukses sebagai penyelenggara. Timnas Futsal Indonesia juga mencetak sejarah dengan melaju ke partai final. Kombinasi prestasi dan kualitas organisasi turnamen menjadi modal utama dalam upaya bidding Piala Dunia Futsal 2028.

“Pada saat kita bidding Piala Asia, sejujurnya pada saat itu kita sudah ada kepikiran, kalau kita berhasil ini, next-nya berarti Piala Dunia gitu,” ujar Michael kepada wartawan termasuk iNews Media Group, dikutip Kamis (12/2/2026).

Michael tidak menutup mata terhadap ketatnya persaingan. Sejumlah negara disebut ikut berminat menjadi tuan rumah ajang empat tahunan tersebut.

“Dan kita tahu menjadi tuan rumah Piala Dunia ini saingannya pasti keras ya persaingannya. Yang saya dengar—ini yang saya dengar ya—yang saya dengar itu Argentina juga tertarik, Maroko juga tertarik, Kuwait juga tertarik. Minimal itu, mungkin ada negara-negara yang lain,” ungkap dia.

Modal Besar Indonesia di Mata FIFA

Menurut Michael, keberhasilan Piala Asia Futsal 2026 menjadi bukti konkret kesiapan Indonesia. FFI akan menggunakan data kehadiran penonton dan atmosfer pertandingan sebagai argumen kuat saat berdialog dengan FIFA.

“Nah, dengan Piala Asia sudah selesai, kami bisa berargumen, kami bisa bilang ke FIFA: "FIFA, coba lihat semua pertandingan final Copa America, kemudian UEFA Futsal, atau mungkin entah di Afrika, dan juga yang di Indonesia Arena. Yang mana yang paling ramai? Yang mana yang paling seru?" Saya yakin jawabannya sudah jelas, yaitu di Indonesia,” ujar dia.

Dia juga menyoroti perkembangan futsal di kawasan Asia dan Asia Tenggara yang dinilai sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami juga akan sampaikan kepada FIFA: “FIFA, dengan segala hormat, coba lihat juga akar rumput. Bahwa futsal bukan hanya di Indonesia, tapi di Asia Tenggara, di Asia ini futsal sangat berkembang, sedang berkembang dengan pesat”,” tambah dia.

Meski optimistis, tantangan tetap besar. Edisi sebelumnya digelar di Uzbekistan, sehingga peluang berpindah ke benua lain seperti Eropa cukup terbuka. Rotasi kawasan sering menjadi pertimbangan dalam penunjukan tuan rumah.

Namun Michael tetap percaya diri. Dia menilai Presiden FIFA Gianni Infantino akan mempertimbangkan potensi pasar dan perkembangan futsal Asia, terutama dukungan suporter Indonesia yang luar biasa selama Piala Asia 2026.

“Kalau Eropa futsal sudah maju ya wajar gitu, memang mereka lebih dulu. Tapi kalau kita bicara potensi pengembangan futsal di dunia, saya punya keyakinan bahwa Asia, khususnya di Asia Tenggara, itu adalah tempat di mana perkembangan itu paling pesat. Kalau FIFA bisa melihat hal ini, saya yakin Presiden FIFA pun akan tergerak supaya membawa Piala Dunia Futsal ke Indonesia,” pungkas pria berusia 34 tahun tersebut.

Keputusan resmi FIFA memang belum diumumkan. Namun dengan keberhasilan penyelenggaraan, prestasi tim nasional, serta dukungan publik yang masif, Indonesia kini berdiri sebagai kandidat serius tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.

Topik Menarik