Marc Marquez Isyaratkan Pensiun Dini dari MotoGP, Ini Penyebabnya

Marc Marquez Isyaratkan Pensiun Dini dari MotoGP, Ini Penyebabnya

Olahraga | inews | Kamis, 8 Januari 2026 - 06:00
share

BOLOGNA, iNews.id – Marc Marquez mengisyaratkan pensiun dini dari MotoGP meski masih berada di level tertinggi persaingan dunia balap motor. Juara dunia MotoGP tujuh kali itu mengakui kondisi fisik menjadi faktor utama yang akan menentukan akhir kariernya.

Marc Marquez baru saja menorehkan salah satu kisah comeback terbesar di MotoGP. Pembalap berusia 32 tahun tersebut sukses merebut gelar juara dunia kelas premier ketujuh, lima tahun setelah mengalami cedera lengan serius pada 2020 yang nyaris mengakhiri kariernya.

Meski absen pada empat seri terakhir MotoGP 2025 akibat cedera bahu, Marc Marquez tetap menatap musim 2026 dengan status favorit juara. Performa kompetitif bersama Ducati membuat dia kembali menjadi pusat perhatian di paddock.

Namun di balik performa impresif itu, masa depan Marc Marquez mulai menjadi bahan diskusi. Kontraknya bersama Ducati akan berakhir pada akhir musim 2026, bertepatan dengan transisi menuju regulasi baru MotoGP pada 2027.

Isu pensiun mencuat ketika Marc Marquez berbicara terbuka dalam wawancara bersama media Spanyol, La Sexta. Dia menilai keputusan pensiun selalu menjadi dilema terbesar bagi atlet profesional.

“Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana harus pensiun, serta berapa lama harus terus melanjutkan,” ujar Marc Marquez.

Marquez kemudian mengakui sinyal pensiun datang lebih banyak dari kondisi fisik dibandingkan faktor mental.

“Saya sudah tahu saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan mendorong saya lebih keras dibandingkan pikiran saya,” lanjut Marc Marquez.

Pembalap asal Spanyol itu menyadari MotoGP merupakan olahraga dengan risiko cedera tinggi. Menurutnya, selama bertahun-tahun keberuntungan masih berpihak kepadanya meski sering mengambil risiko besar di lintasan.

“Kami berada di olahraga dengan banyak cedera, dan dengan semua risiko yang sudah saya ambil, sejauh ini saya merasa sangat beruntung hingga fase akhir ini,” ucapnya.

Marc Marquez menegaskan kesiapan mentalnya masih sangat tinggi. Namun dia menyadari tubuh memiliki batas yang tidak bisa dilawan.

“Saya harus memahami kondisi tubuh saya setiap tahun, karena secara mental saya seperti roket,” tambahnya.

Warisan Besar Jadi Beban

Selain membahas karier, Marc Marquez juga menyinggung kehidupan pribadinya. Dalam beberapa bulan terakhir, dia mengungkap keinginan untuk menjadi seorang ayah.

Meski demikian, dia mengaku tidak ingin anaknya kelak terjun ke dunia balap motor karena beban besar yang akan menyertai nama keluarganya.

“Saya tidak menginginkannya,” kata Marc Marquez.

“Saya memikirkan mereka, dan tanpa sadar saya berkata, ‘kasihan anak laki-laki atau perempuan itu’. Warisan saya akan menjadi beban besar,” sambungnya.

Dia juga menilai nama besar Marquez tidak selalu membawa dampak positif dalam kompetisi.

“Menyandang nama belakang saya tidak akan membantu mereka sama sekali. Jelas ada keuntungan, secara finansial misalnya,” ujarnya.

“Mereka tidak akan kekurangan apa pun, tetapi saat seseorang tidak kekurangan apa pun, rasa lapar untuk berjuang juga tidak sama,” tutup Marc Marquez.

Topik Menarik