Kisah Sony Dwi Kuncoro Peraih Medali Perunggu Olimpiade Athena 2004, Jejak Sukses Mulai Diikuti sang Anak
KISAH Sony Dwi Kuncoro, peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 yang jejak suksesnya mulai diikuti sang anak Divya Amanta Kuncoro akan diulas Okezone. Sony Dwi Kuncoro merupakan salah satu pebulu tangsis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, khususnya di sektor tunggal putra.
Sony Dwi Kuncoro lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 7 Juli 1984. Sejak kecil ia menggeluti dunia bulu tangkis. Di usia 8 tahun, Sony Dwi Kuncoro bergabung dengan salah satu klub bulu tangkis ternama di Surabaya, Suryanaga Surabaya Badminton Club.
Singkatnya di usia 17 tahun atau pada 2001, Sony Dwi Kuncoro mendapat kesempatan masuk Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Tak butuh waktu lama bagi Sony Dwi Kuncoro menjadi pemain pelapis dari jagoan tunggal putra Indonesia saat itu, Taufik Hidayat.
1. Juara Asia di Usia 18 Tahun
3 Pebulu Tangkis Tunggal Putra yang Paling Sering Juara Indonesia Open, Nomor 1 Taufik Hidayat!
Setahun setelah masuk Pelatnas PBSI atau di usia 18 tahun, Sony Dwi Kuncoro keluar sebagai juara Asia! Bertemu Taufik Hidayat di final, Sony Dwi Kuncoro menang 15-12 dan 15-5.
Setahun berselang atau pada 2003, Sony Dwi Kuncoro memenangkan medali emas SEA Games 2003 nomor tunggal putra. Menghadapi wakil Malaysia, Wong Choong Hann, Sony Dwi Kuncoro menang 15-8 dan 15-5.
Serangkaian prestasi di tahun 2002 dan 2003 membuat Sony Dwi Kuncoro mendapatkan kesempatan tampil di Olimpiade Athena 2004. Meski tampil di event besar pertamanya, Sony Dwi Kuncoro tidak gugup.
Ia mengalahkan Pedro Yang (Guatemala) di babak 32 besar, Jim Andersen (Norwegia, 16 besar) dan Park Tae-sang (Korea Selatan, perempatfinal). Sayangnya, kiprah Sony Dwi Kuncoro terhenti di semifinal setelah dikalahkan jagoan Korea Selatan, Shon Seung-mo dengan skor 6-15, 15-9 dan 9-15.
Kalah di semifinal membuat Sony Dwi Kuncoro tampil di perebutan medali perunggu menghadapi jagoan Thailand, Boonsak Ponsana. Hasilnya, Sony Dwi Kuncoro menang 15-11 dan 17-16.
Kisah Halim Haryanto, Juara Dunia dan All England yang Ikut Tony Gunawan Hijrah ke Amerika Serikat
Setelah merebut medali perunggu Olimpiade Athena 2004, Sony Dwi Kuncoro mendulang medali perak di Kejuaraan Dunia 2007 dan perunggu edisi 2009. Di level BWF World Tour, Sony Dwi Kuncoro tercatat sebagai juara Indonesia Open 2008, Japan Open 2008, China Masters 2008, Singapore Open 2010 dan Singapore Open 2016.
2. Sang Anak Mulai Ikuti Jejak Sony Dwi Kuncoro
Divya Amanta Kuncoro yang merupakan anak Sony Dwi Kuncoro, menarik perhatian di Kejurnas PBSI yang digelar akhir tahun lalu. Ia keluar sebagai juara final Tunggal Taruna Putri (TTI) Divisi II. Saat itu di final, Divya Amanta Kuncoro mengalahkan pemain yang lebih senior, yakni Justica Sarira Yeo dengan skor 21-16 dan 21-18.
“Senang banget dan enggak nyangka juga bisa juara, saya salah satu yang paling muda dan bisa mengalahkan pemain yang lebih senior. Saya bangga sama diri sendiri akhirnya hasil latihan saya bisa membuahkan hasil,” kata Divya, Okezone mengutip dari laman resmi PBSI, Sabtu (27/12/2025)
Divya Amanta Kuncoro yang kini berusia 14 tahun berambisi mengikuti jejak sukses sang ayah. Demi merealisasikan itu, Divya Amanta Kuncoro wajib berlatih lebih keras lagi.
“Saya mau seperti papa saya (Sony Dwi Kuncoro) yang bisa meraih medali Olympic, semoga kemenangan ini bisa menjadi modal saya untuk menyusul karier papa,” tutup Divya.










