Robert Lewandowski Buka-bukaan, Akui Sempat Tak Disukai Pemain Muda Barcelona
BARCELONA, iNews.id – Robert Lewandowski akhirnya buka suara soal dinamika internal Barcelona. Sang striker mengungkap pengakuan jujur bahwa sikap profesional yang dia bawa di awal kedatangannya sempat tidak sepenuhnya diterima para pemain muda Blaugrana.
Penyerang berusia 37 tahun itu mengenang masa awal bergabung dengan Barcelona setelah bertahun-tahun membela Bayern Munchen. Menurut dia, perbedaan budaya kerja menjadi tantangan utama ketika beradaptasi dengan skuad muda Catalunya.
Lewandowski menilai mentalitas di Bayern jauh lebih keras karena dipenuhi pemain senior berpengalaman. Situasi itu sangat berbeda saat dia tiba di Barcelona yang saat itu banyak dihuni pemain muda.
“Di Bayern, mentalitasnya berbeda karena kami punya pemain yang lebih berpengalaman dan lebih keras,” ujar Lewandowski dalam High Performance Podcast, dikutip dari Barca Blaugranes, Selasa (6/1/2026).
“Saat saya bergabung dengan Barcelona, saya melihat banyak pemain muda yang sebenarnya perlu lebih keras terhadap diri mereka sendiri,” lanjutnya.
Ditargetkan Raih 3 Emas, Kontingen Biliar Indonesia Punya Modal Bagus Berjaya di SEA Games 2025
Lewandowski mengungkap, pihak klub secara khusus memintanya hadir sebagai figur pemimpin yang mampu menanamkan standar profesional tertinggi di ruang ganti.
“Klub mengatakan mereka membutuhkan seseorang seperti saya, seseorang yang bisa mengajarkan bahwa berada di level teratas bukan soal satu, dua, atau tiga minggu saja. Apa yang kamu lakukan di gym itu penting, bekerja keras setiap hari itu penting,” tuturnya.
Namun, seiring waktu berjalan, Lewandowski menyadari pendekatannya tidak selalu diterima dengan baik oleh para pemain muda Barcelona. Dari situ, dia mulai mengubah cara pandangnya.
“Tapi setelah saya mengenal mereka lebih dekat, saya mulai belajar dari mereka juga. Saya melihat mereka tidak terlalu menyukai perilaku seperti itu, dan saya juga melihat mereka sangat memahami sepak bola,” ucapnya.
Lewandowski bahkan mengakui pemahaman sepak bola generasi muda Barcelona saat ini jauh lebih matang dibanding generasinya dahulu di usia yang sama.
“Saya pikir bertahun-tahun lalu, di usia para pemain Barcelona sekarang, kami sebagai profesional tidak memahami sepak bola sebaik mereka. Empati dan semua hal di sekitar sepak bola itu jauh lebih berkembang sekarang, dan itu sangat membantu saya juga,” katanya.
Perbedaan usia yang ekstrem juga menjadi faktor refleksi bagi Lewandowski. Dia menyadari jarak generasi tersebut menuntut penyesuaian sikap.
“Saya hidup di dunia yang berbeda, generasi yang berbeda. Saya lebih tua dari ayah para pemain. Saya bahkan lebih tua dari ayahnya Lamine,” ujarnya.
Kesadaran itu membuat Lewandowski mengambil keputusan penting untuk beradaptasi dua arah, bukan sekadar menggurui.
“Di situ saya berkata ke diri sendiri, ‘Ayo, saya juga harus belajar dari mereka’,” tutup Lewandowski.









